Saat ini dunia kerja terus mengalami perubahan signifikan akibat perkembangan teknologi, peralihan angkatan kerja, dan dinamika ekonomi global. Kondisi ini memaksa semua orang beradaptasi dan siap menghadapi perubahan. Salah satu strategi yang dilakukan yaitu melalui upskilling dan reskilling.
Upskilling adalah proses peningkatan atau menambah keahlian yang sudah dimiliki agar lebih baik, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan saat ini. Fokusnya memperdalam kemampuan dasar yang sudah dimiliki untuk meningkatkan kinerja atau performa di posisi saat ini, mengejar promosi, dan berkembang di bidang yang sama.
Sedangkan, reskilling adalah proses mempelajari keterampilan baru yang berbeda dari skill sebelumnya secara total. Reskilling biasa dilakukan oleh orang yang ingin beralih ke peran atau industri ke bidang pekerjaan yang berbeda dari sebelumnya.
Secara sederhana, upskill membuat kita menjadi lebih baik di pekerjaan sekarang, sementara reskill membuat kita siap untuk pekerjaan baru. Upskill dan reskill merupakan strategi yang dapat membantu kita untuk tetap kompetitif, fleksibel, dan adaptif menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Untuk itu sebelum memutuskan upskilling atau reskilling kita perlu mencari tahu faktor apa saja yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan, seperti dibawah ini:
1. Tren industri
Mengikuti tren industri menjadi faktor penting sebelum memutuskan upskilling (peningkatan keterampilan) atau reskilling (pelatihan ulang keterampilan). Kita perlu mencari tahu tren industri yang sedang berkembang dan dibutuhkan saat ini, terutama yang melibatkan pekerjaan yang dijalani sekarang maupun peluang di masa depan. Saat ini beberapa sektor industri mengalami pergeseran dan perubahan, beberapa bidang ada yang mengalami penurunan kebutuhan tenaga kerja, sementara bidang lain mengalami perkembangan.
Perubahan tren industri biasanya dipengaruhi karena perkembangan dan kemajuan teknologi serta otomatisasi ke arah digital. Kondisi ini menuntut penyesuaian keterampilan agar tetap relevan. Dengan mengetahui trend industri, kita dapat mengidentifikasi keterampilan apa saja yang dibutuhkan di pasar kerja, dan memastikan bahwa keterampilan yang dimiliki dan dipelajari sesuai dengan permintaan pasar kerja saat ini dan dimasa depan.
2. Minat dan tujuan pribadi
Pilihan antara upskilling atau reskilling juga sangat bergantung pada tujuan karir jangka panjang dan minat kita. Misal, jika kita masih tertarik dengan bidang pekerjaan yang dijalani dan ingin tumbuh di dalamnya atau ingin menjadi ahli (spesialis) di bidang saat ini maka kita bisa memilih upskilling. Karena upskilling berfokus pada peningkatan keterampilan yang sudah dimiliki agar lebih ahli dalam peran saat ini.
Namun, jika kita tertarik pada bidang baru yang berbeda dari pekerjaan sebelumnya dan ingin berganti karir (career switch) karena kehilangan minat di bidang sekarang atau karena industri dan pekerjaan yang kita tekuni mulai tergeser dan meredup akibat terdampak kemajuan teknologi AI, reskilling bisa menjadi pilihan yang diambil. Sebab reskilling berfokus pada proses mempelajari keterampilan baru untuk beralih ke peran atau industri yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.
3. Kondisi pasar dan stabilitas pekerjaan
Kondisi pasar dan stabilitas pekerjaan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan sebelum upskilling (peningkatan keterampilan) dan reskilling (pelatihan ulang keterampilan). Di tengah kemajuan teknologi, globalisasi, dan dinamika ekonomi, keterampilan yang relevan menjadi kunci untuk bertahan dan bersaing. Jika stabilitas pekerjaan rendah atau perannya hilang dan mulai terancam karena adanya penurunan kebutuhan industri, maka reskilling ke bidang yang lebih dibutuhkan bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebaliknya, jika bidang pekerjaan yang dijalani masih memiliki banyak peluang dan masih relevan di industri saat ini maupun yang akan datang, maka upskilling sudah cukup dengan fokus pada peningkatan dan pembaharuan keterampilan.
Meskipun meng-update skill dengan pertimbangan permintaan tinggi dapat membuka peluang kerja yang lebih luas, tetapi penting untuk mempertimbangkan stabilitas bidang tersebut apakan memiliki risiko tergantikan, serta ketahanan profesi terhadap perubahan di masa depan.
4. Perkembangan teknologi
Perkembangan teknologi termasuk faktor yang penting untuk dipertimbangkan sebelum memutuskan upskilling atau reskilling. Teknologi baru sering menuntut skill baru atau meng-upgrade skill. Karena saat ini perubahan dan kemajuan teknologi seringkali menggeser kebutuhan industri dan tenaga kerja, sehingga menciptakan jenis pekerjaan baru sekaligus mengurangi peran yang lama. Memahami arah perkembangan teknologi membantu kita menentukan apakah skill yang dimiliki masih relevan atau perlu diperbarui.
Contohnya, jika suatu bidang pekerjaan mulai terdampak otomatisasi atau digitalisasi, maka kita wajib melakukan reskilling agar bisa lebih adaptif terhadap perubahan dan kemajuan teknologi. Begitupun sebaliknya, jika teknologi justru mendukung dan memperkuat peran kita saat ini, maka upskilling dengan memanfaatkan teknologi tersebut sudah cukup.
Intinya, upskilling dan reskilling bukan lagi pilihan melainkan strategi bertahan di tengah perubahan pesat dunia kerja. Keputusan terbaik untuk upskilling dan reskilling juga harus selaras dengan perkembangan teknologi, kebutuhan pasar, dan kemampuan agar dapat beradaptasi terhadap perubahan. Upskilling dan reskilling, keduanya merupakan investasi yang berharga untuk masa depan karir.

