Karirku, rollercoasterku? atau?

oleh | 31 May 2010 | 0 Komentar

Kapan terakhir kalinya Anda menaiki rollercoaster? Jangan-jangan Anda masih dan selalu menaikinya. Pernah mendengar kalimat ?Life is like rollercoaster, all you have to do is take a sit and ride on..?Bagaimana jika kata ?life? diganti dengan career, atau my career?Jika garis bibir Anda membentuk bingkai lurus tanpa lengkung, artinya perlu gambaran lebih konkret. Mari kita mulai simulasi mental kecil. Mulailah dengan memilih taman fantasi di dunia ini yang paling ingin Anda kunjungi untuk menaiki rollercoaster.

 

Menaiki rollercoaster itu?

  • Mudah. Ada seorang di ruang kendali yang mengatur dan menekan semua tombol. Ia melakukan semua tugas itu hingga detil, percayalah, sebagian besar sangat terlatih. Anda hanya perlu mengatur kaki dan punggung untuk menikmati perjalanan ini.
  • Seseorang membuatkan semua keputusan untuk Anda. Ia yang akan menekan tombol untuk berhenti, atau mungkin memberikan bonus satu putaran lagi. Hmm.. beberapa mungkin tidak menguntungkan Anda
  • Ketika Anda mulai merasa tidak aman dengan arah rollercoaster, mungkin terasa terlalu miring ke kiri. Tak ada yang bisa Anda lakukan, tetap di posisi dengan pengaman kokoh melintang di pangkuan atau ?. terlempar dan jatuh.
  • Ketika dunia di sekitar berubah cepat dan drastis, seperti antrean panjang untuk menaiki rollercoaster tiba-tiba menghilang. Anda tidak bisa melakukan banyak hal, tetap melaju di atasnya.
  • Ketika Anda menyaksikan teman dan kolega beranjak ke permainan lebih menyenangkan (situasi lebih baik). Anda tiba-tiba menyadari, Anda tidak tahu cara menghentikan laju rollercoaster ini!
  • Ketika proses, sistem, seluruh ekosistem berjatuhan di sekitar Anda. Tidak Ada yang Bisa Anda Lakukan.

Rollercoaster tidak pernah benar-benar pergi ke mana-mana. Bergerak naik dan turun, ke kiri dan ke kanan, namun di akhir perjalanan, Anda kembali di tempat Anda mulai. Apakah Anda menginginkan pekerjaan Anda seperti itu? Karir Anda? Hidup Anda? .. sepertinya tidak..

Mari kita lihat pilihan lain..

Kini, mulailah dengan memilih mobil favorit atau impian Anda. Tak perlu diucapkan keras-keras, bisa jadi rekan di samping Anda justru akan menawarkan kredit mobil, hehehe? Oke, kita mulai?, pastikan jemari Anda sendiri yang di atas kemudi, bukan orang lain.

Perjalanan ini..

  • Menakutkan. Tak ada peta, Anda yang merencanakan dan menentukan perjalanan di depan.
  • Ada puncak dan lembah. Anda akan penuh energi saat dalam perjalanan menyenangkan dan kelelahan saat perjalanan buruk. Hmm?, namun sekarang, Anda dapat mengubah permainan.
  • Jika Anda melihat sistem lain, orang lain, atau perubahan dalam proses, Anda bisa menilai yang terjadi dan memodifikasi perjalanan
  • Anda pembuat semua keputusan. Anda mungkin mendapatkan masukan untuk menimbang tiap alternatif, namun pada akhirnya semua terserah Anda
  • Anda ingin ke kiri? Arahkan kemudi ke kiri. Ingin ke kanan? Ke kanan-lah. Anda pemegang kendali setiap saat
  • Anda yang memutuskan ingin bekerja dengan siapa dan tidak ingin bekerja dengan siapa ? bukan orang lain. Ini mungkin menyenangkan atau mengerikan, bahkan bisa jadi terasa keduanya di saat yang sama.
  • Andalah jaring pengaman diri sendiri. Meraih tangan Anda sendiri saat terjatuh (atau gagal), namun Anda bangun sendiri dan memulai lagi. Suatu pengalaman dan pembelajaran berharga, bukan kesalahan atau kegagalan.

Mana yang Anda inginkan? Mulailah membuat keputusan. Pekerjaan Anda, karir, dan hidup, tergantung di sana.

(sumber: http://www.richgee.com/2010/05/the-world-is-changing/)

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2020 Konsultan Karir. All rights reserved.