Multikarir – Multi-Passion?

oleh | 23 November 2009 | 1 Komentar

karir dan pekerjaanJudul : One Person Multiple Careers: Maksimalkan Kebahagiaan Anda dengan Karier Ganda
Penulis : Marci Alboher ? Kolumnis/blogger/penulis
Penerjemah: Arfan Achyar
Penerbit : Hikmah, 2007
Hal. : 360 + xxv
Harga : Rp.54.500,00
Peresensi : Ardiningtiyas

“Apa pekerjaan Anda?” Pertanyaan sederhana ini terkadang membutuhkan jawaban kompleks bagi sebagian orang. Terlebih mereka yang eksis di banyak ‘tempat’, yang oleh Alboher, penulis buku ini disebut sebagai slash career. Antara tepat dan tidak jika menyatakan slash career sebagai pekerjaan sampingan. Hal ini sepertinya juga dirasakan oleh penerjemah sehingga kata slash career-lah yang lebih sering digunakan, bukan karir sampingan.

Mengapa slash? Perhatikan nama penulis di atas: Marci Alboher: Kolumnis/Blogger/Penulis. Rentetan karir dengan penghubung tanda slash yang menjadi karakter dan keistimewaannya. Membaca profesi penulis itu mungkin sedetik kemudian Anda menemukan benang merahnya yakni menulis. Hanya itu? Tentu tidak, karena buku ini menyimpan beragam kisah-kisah para slash career dengan perpaduan yang luar biasa menarik.

Psikoterapis/Pembuat Biola; Pekerja Pelabuhan/Pembuat Film Dokumenter; Guru/Penari/Dalang Boneka; Pengacara/Aktor-Sutradara; Konsultan Manajemen/Kartunis Berbakat; Programer Komputer/Sutradara Teater; Psikiater/Konsultan Krisis Korporasi; Perencana Keuangan/Artis Hip Hop, dan masih banyak lagi.

Memiliki banyak profesi menjadi semakin niscaya di era teknologi informasi ini. Berbagai pernik menantang disajikan melalui wawancara orang-orang yang menjalani slash career. Penulis menyajikan dalam pigura slash mind-set; pengembangan; presentasi diri; sinergi, posisi tawar, dan kekuatan kombinasi yang luar biasa; mengatasi overload, dsb. Ia mengulas pengalaman tiap pelaku disertai analisa efektif dan sederhana. Yang menarik, analisa tersebut tidak terjebak pada instruksi pragmatis yang menuntut, namun lebih pada ulasan ulang secara esensi dan membujuk pembacanya untuk tersenyum-senyum sendiri, seperti kalimat berikut:

“Fakta bahwa munculnya sebuah kesempatan belum tentu menjadi alasan untuk melakukannya. Kesempatan itu harus pas dengan hal lain yang ingin Anda lakukan. Pada saat itu.” (h.139)

Anchor dan Orbiter
Alboher mengajukan sebuah latihan sederhana untuk mengidentifikasi potensi slash career. Sebuah tabel dengan dua kolom A (Anchor) & B (Orbiter). Kolom Anchor, seperti namanya merupakan kolom yang siap diisi dengan daftar kegiatan (pekerjaan) di mana Anda mendapatkan asuransi kesehatan atau pendapatan tetap. Sementara kolom Orbiter diisi dengan melihat dan memilih daftar kegiatan di kolom A; apakah bisa dirancang mengorbiti aktivitas (utama) di kolom A. Biasanya, slash-slash di kolom B adalah kegiatan seperti menulis fiksi, membuat situs web, pekerjaan yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja (h.143).

Buku ini terus setia memukau pembacanya, selanjutnya tentang bagaimana seseorang menjadi slash. Sesuatu yang biasa terlintas di kepala hampir semua orang, memanfaatkan remah-remah waktu yang terselip di tugas utama, tanpa melanggar etika. Seperti yang terjadi pada Guttman.

?Setelah membuang waktu beberapa jam di apartemen kosong menunggu calon pembeli yang ingin melihat beberapa open house yang dia miliki, makelar Ann Guttman, yang juga seorang musisi profesional, sadar bahwa waktu-waktu seperti itu merupakan saat-saat latihan French horn yang ideal untuknya.? (h.178)

Guttman kemudian dikenalkan oleh seorang pialang agen real-estate kompetitor kepada pendiri perusahaan. Pendirinya ternyata mahir bermain gitar klasik, hingga akhirnya Guttman mendapatkan komunitas yang menghargai kemahirannya menjual apartemen sekaligus bermain musik.

Kejutan juga diselipkan di beberapa bagian, seperti tips, kiat atau penebalan di satu paragraf/kalimat untuk mencolek keasyikan pembaca bertualang di kehidupan para slash career. Seperti: “Ide itu-membuat sebuah pekerjaan/kehidupan yang sesuai dengan Anda sehingga tidak terasa seperti pekerjaan-adalah sentimen yang dimiliki banyak slash. Itulah juga alasannya walau mereka harus bekerja dengan jam kerja yang panjang, mereka cenderung mengaku tidak overworked.” (h.245).

Isu etika pun tidak luput dari perhatian penulis. Tidak semua kombinasi bisa langsung hidup berdampingan. Jurnalisme, salah satu bidang yang lekat dengan kode etik dan menuntut para jurnalis terbebas dari konflik kepentingan dengan subjek yang diliput. Ketika Marry Munson, editor kesehatan di majalah Marie Claire, mendapat sertifikasi sebagai seorang personal trainer, dia tidak mengijinkan dirinya bekerja di klub kesehatan yang bisa saja diliput oleh majalahnya (h.265).

Pada bagian appendix, pembaca disuguhi CV dan resume para slash setelah sebelumnya juga penulis menjelaskan versi resume naratif yang menarik untuk dicoba.

Satu kalimat menarik yang menyeruak mencoba menjawab sebagian orang yang lebih mengutamakan satu jalur (terkadang sangat tidak rela adanya ruang lain) adalah:

“Seringkali, sebuah rasa frustrasi atau tantangan pada satu jenis pekerjaan diimbangi oleh sifat penyeimbang alami dari pekerjaan lain yang sama sekali berbeda” (h.209).

Jadi, ?\”Apa profesi Anda?” 🙂

Share this post :

There is 1 comment .

zaenal

exellent………………….
salam Blogger.
info yang sangat bermanfaat.
buku ini adalah alasan nama blog saya “Slasher” (One Blog Multiple career),
sukses selalu…..

salam hormat,
Slasher

Reply »

Leave a Reply to zaenal

Click here to cancel reply.

Copyright © 2019 Konsultan Karir. All rights reserved.