Minat dan Pertimbangan Karir

oleh | 6 February 2014 | 0 Komentar

Dear Konselor,

Saya seorang karyawan berumur 24 tahun lulusan teknik. Saya pernah berkonsultasi mengenai karir yang tepat untuk saya pada sebuah lembaga konsultasi. Saya mendapati bahwa salah satu karir yang tepat untuk saya adalah bidang riset. Saya memang berminat untuk bekerja di bidang riset atau sejenisnya seperti kedokteran, medis, dan bidang science lainnya namun tidak mendapat kesempatan untuk mengambil bidang tersebut saat menekuni pendidikan sarjana.

Untuk mencapai minat saya, saya berencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana. Bidang yang rencana ingin saya ambil adalah MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan) sehingga setelah lulus dapat bekerja di bagian riset.

Namun, saya ragu dengan lapangan pekerjaan setelah saya lulus pascasarjana. Karena saya tidak berpendidikan sarjana MIPA sehingga saya tidak memiliki pengetahuan dan skill seperti sarjana MIPA. Saya berpikiran perusahaan atau tempat dimana saya akan bekerja akan menilai saya underqualified (walaupun memiliki gelar S2) karena perusahaan membutuhkan seseorang yang mengerti ilmu “X”, sedangkan ilmu “X” tersebut diperoleh dari pendidikan sarjana yang tidak saya dapatkan. Saya tidak ingin mengambil program S1 kembali karena beberapa kendala dan salah satunya adalah waktu (umur) saya yang tentu akan cukup senior setelah lulus S1.

Apakah saya tetap dapat bekerja di bidang yang saya minati (riset) dengan bermodal (misalkan sudah lulus) ijazah S2 yang berbeda dari S1 saya? Apakah saya harus mengambil program S1 MIPA demi bekerja di bidang yang saya minati?

Terima kasih atas tanggapan dan masukannya.

Ardi

Dear Ardi,

Bidang riset saat ini sebenarnya sangat luas dan tidak terbatas hanya pada bidang kedokteran, biologi dll. Setiap industri besar memerlukan divisi R&D yang bertugas menciptakan inovasi dan produk-produk baru. Industri otomotif, perangkat lunak, telepon genggam misalnya, akan meluncurkan berbagai produk baru setiap tahun, dan mereka juga membutuhkan riset tersendiri. Industri farmasi dan kesehatan menciptakan obat dan juga alat-alat kesehatan, termasuk juga alat pacu jantung misalnya, yang pasti rancangannya dibuat dengan bantuan orang dengan background teknik.

Anda tidak menyebutkan secara rinci background S1 anda dari teknik apa, namun saran saya, jadikanlah background teknik itu justru sebagai nilai lebih anda. Sehingga pada saat melamar pekerjaan nantinya, anda akan dilihat tidak hanya menguasai teori, namun juga aplikasi praktis di lapangan. Jika anda dari teknik lingkungan atau teknik kimia industri, mungkin ada bisa ambil S2 kimia atau biokimia. Jika dari teknik mesin atau elektro, mungkin bisa pertimbangkan untuk memperdalam jurusan fisika atau matematika.

Perlu anda perhitungkan juga bahwa di saat anda mengambil program S2 dengan latar belakang S1 dari disiplin ilmu yang berbeda, anda akan diharuskan mengambil sejumlah mata kuliah S1 zang menjadi dasar atau prasyarat sebelum mengambil mata kuliah S2 dengan tingkat pemahaman ilmu yang lebih tinggi. Konsekuensinya masa kuliah anda akan lebih panjang daripada mahasiswa S2 lain dengan background ilmu yang sama.

Semoga dapat membantu, terima kasih.

Salam,

Sasanti Widiarsih

lihat profile: http://www.konsultankarir.com/get-help/our-kaka

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2020 Konsultan Karir. All rights reserved.