Bingung S2

oleh | 4 February 2014 | 6 Komentar

Dear Konsultan Karier, langsung aja yah curhatnya.

Begini saya lulusan S1 Psikologi salah satu universitas ngetop di Indonesia, tapi gak ngaruh karna berbagai macam hal saya jadi pengangguran selama 2 tahun. Dari ga betah di perusahaan, ada juga yang ga betah sama lingkungan orang-orangnya.

Kemudian saya memutuskan 2014 untuk mengambil S2. Tapi bingung mau jurusan apa. Nerusin jadi psikolog tapi gak gitu cinta atau ngambil S2 MM. Impian saya tuh sebenernya pengen kerja di dunia broadcast, jadi penulis, atau di dunia advertising atau juga bikin usaha.

Kalau ke advertising/ broadcast masa saya mesti S1 lagi. Kan rada sayang percuma gitu kemaren S1 nya. Kalau ngambil MM secara background saya tuh psikologi, takutnya ga kuat di pelajaran ekonominya gitu. Saya tuh udah bingung kalo misalnya apply kerjaan ditanya “Kegiatannya ngapain aja selama ini?”

Pastinya pertanyaan itu menjatuhkan dan akhirnya gagal lagi deh kerja.

Gerry

Dear Gerry,

Bekerja di dunia broadcast, advertising, ataupun jadi penulis, tidak membutuhkan ijazah S1 di bidang itu. Pada prakteknya latar belakang S1 apa saja bisa diterima, asal memang yang bersangkutan punya talenta, cinta dan menekuni minatnya tersebut. Bahkan saya mempunyai teman yang S1 nya Biologi dan sampai sekarang menjadi art director di sebuah advertising agency.

Memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang yang dituju di dunia kerja, memang bisa jadi point lebih, ideal. Tetapi sekali lagi itu bukan yang utama. Yang utama dalam dunia kerja adalah mencintai pekerjaan itu, tidak terlalu mempersoalkan faktor perusahaan maupun lingkungannya.

Bagaimana mengembangkan minat dan kecintaan yang sudah ada? Banyak cara, salah satunya bekerja magang (internship) pada biro iklan ataupun production house. Sudah lulus masih bisa magang? Bisa saja, asal saat mengirim lamaran magang disertai dengan portofolio karya yang dipunyai, juga jelaskan mengapa harus magang meski sudah sarjana.

Lalu bagaimana membuat portofolio karya? Kalau memang kamu hobi dan mencintai bidang ini, maka buatlah karya khusus yang memang kamu dedikasikan untuk portofolio itu sendiri. Buatlah karya sebanyak kamu bisa dan semaksimal mungkin hasilnya.

Dunia pendidikan kita dalam beberapa hal mengadopsi sistem pendidikan di beberapa negara Eropa, di mana lulusan S1 bisa langsung melanjutkan S2. Di Amerika sebaliknya berbeda, mereka biasanya mensyaratkan pernah bekerja minimal 1 tahun sebelum kuliah S2. Hal ini dikarenakan industri lapangan kerja di Amerika tidak mengharapkan orang lulus S2 lalu bekerja dengan standar gaji pendidikan S1 (karena tidak pernah kerja samasekali). Kondisi overqualified ini sangat dihindari.

Di dalam dunia kerja memang tidak semuanya “terasa manis” dan menyenangkan, begitulah hidup. Setiap perasaan nyaman, senang, bahagia, sesungguhnya bersumber dalam hati, jadi di manapun tempat kerja, apakah itu faktor perusahaan, lingkungan, pastilah tidak ada yang sempurna. Kata kuncinya adalah mencintai perkerjaan tersebut, maka semuanya akan mudah diatasi.

Salam sukses dan tidak menyerah

Lestari Nurhayati
lihat profile: http://www.konsultankarir.com/get-help/our-kaka

Share this post :

There are 6 comments .

yaya —

Rencana setelah lulus ujian mau ngambil S1 psikologi tapi bingung mau psikologi yang mana? Maunya sih yang peluang kerjanya lebih banyak dan bisa sukses di bidang psikologi ini, kira kira apa ya???

Reply »
Edo —

Saya adalah mahasiswa s1 tingkat akhir di ptn dengan jurusan teknik pertambangan dengan umur 23. rencana lulus april 2015. Orang tua secara halus menganjurkan untuk berkerja, tetapi jika mau s2 dengan beasiswa juga diijinkan. rencana s2 saya tetap ilmu keteknikan tambang. karena saya ingin berkarir sebagai konsultan dibidang pertambangan atau bekerja di perusahaan konsultan. Pertama, dengan keadaan seperti saya apakah lebih baik langsung s2 atau kerja? menurut saya untuk menjadi konsultan tentu harus punya pengalaman kerja dibidangnya, apakah pemikiran saya betul? kedua, apakah lebih baik mengambil s2 langsung dari s1 atau mengambil s2 setelah 5 tahun bekerja dibidang sesuai s1? parameter lebih baiknya dalam masalah gaji maupun jabatan. terima kasih

Reply »
Lisa —

Dear Coach,

Saya lulusan S1 Psikologi, sangat bercita-cita jadi Dosen. Saya ingin mengambil S2 Psikologi, Namun setelah saya survei di beberapa kampus, untuk magister psikologi harus kuliah setiap hari. Karena saat ini saya bekerja (sebagai HRD), syarat tersebut tentu agak susah. Kalaupun ada kampus yang menawarkan kelas karyawan, dimulai di jam 5 sore sementara jam kerja saya sampai jam 6 sore. Dan untuk berhenti kerja itu sangat tidak mungkin karena jika saya mau kuliah saya harus membiayai sendiri. Saya mulai mengubah pikiran untuk menyimpang ke Magister Manajemen, karena banyak kampus swasta yang menawarkan kemudahan kuliah kelas karyawan. Menurut Coach, apakah jika saya bergelar S.Psi, MM saya masih memiliki kemungkinan menjadi dosen baik di dosen psikologi atau dosen manajemen? Mengingat kedua jurusan tersebut tidak linear dan katanya untuk di bidang pendidik/pengajar, baiknya linear.

Mohon bantuan pencerahannya Coach.

Terima kasih

Reply »
    konsultankarir —

    Betul, kalau menjadi dosen semakin linear semakin baik karena bagaimanapun seorang dosen dituntut untuk memiliki pengetahuan yang kuat di bidang yang ditekuninya dan hal ini juga memudahkan proses administrasi untuk nantinya menjadi profesor.

    Ada baiknya kamu diskusikan dengan HRD di kantor kamu untuk mendapatkan ijin pulang lebih cepat misal jam 3 sore, untuk dapat melanjutkan pendidikan, biasanya perusahaan akan memberikan bila itu untuk pengembangan karyawannya

    Reply »

Share Your Thoughts!

Copyright © 2019 Konsultan Karir. All rights reserved.