Meningkatkan kreatifitas suami

oleh | 31 March 2012 | 0 Komentar

Selamat pagi, to the point saja.. saya mempunyai permasalahan dalam mendorong kreatifitas suami. Bagaimana caranya agar dia bisa berkembang, lebih kreatif dan inofatif. Singkat cerita : saya mempunyai usaha yg bergerak di bidang interior dan civil contractor, semula usaha ini saya tekuni sendiri tetapi terakhir suami saya ajak bergabung dalam usaha ini dan dia meninggalkan pekerjaannya di salah satu perusahaan swasta sebagai drafter furniture. Dalam hal ini kami memiliki background yang sama, tetapi setelah beberapa waktu berjalan saya mengalami hambatan dimana suami seperti kurang terpacu dalam usaha ini. bukan karena kurang minat,.. karena saya sempat menanyakan pula sebelumnya apakah minat dengan usaha bersama ini, dia menjawab tidak ada masalah. Mangkanya saya bulatkan untuk sekalian menerjuninya. Yang saya harapkan adalah,.. saya ingin dia bisa mengambil posisi sebagai head of company bukan cuma yang bisa take decission,..

Demikan, Terimakasih

Lucy

Dear Sdr.Lucy

Sudah berapa lama usaha ini berjalan? Kapan tepatnya Anda melihat/menilai bahwa suami kurang kreatif dan inovatif? Ada banyak pertanyaan yang cukup banyak untuk digali lebih dalam pembahasannya. Anda sebagai pencetus dan pendiri terlihat memiliki semangat yang menggebu. Secara tidak sadar, sebenarnya telah ada semacam blue-print di kepala Anda untuk perkembangan usaha ini. Kami percaya dalam prosesnya, suami pun turut berperan, seperti yang dijelaskan telah bertindak sebagai pengambil keputusan. Selanjutnya, Anda perlu lebih menjelaskan tanggung jawab head of company yang diharapkan. Pada sisi lain, jika suami Anda lebih berminat sebagai specialis (mengingat sebelumnya sebagai drafter furniture), maka Anda perlu berlapang dada untuk menerimanya. Tidak semua individu yang mampu mengambil keputusan juga berminat dalam proses operasional/implementasinya, begitu pula sebaliknya. Seorang desainer misalnya, biasanya kurang berminat dalam urusan manajemen termasuk pengembangan organisasi secara luas. Mereka lebih ingin mengasah diri menjadi seorang desainer dengan pola karir spesialis, mungkin lebih menancapkan nama di dunia internasional. Tetapi, tidak sedikit pula desainer yang memiliki jiwa bisnis dan senang mengelolanya. Kami harap Anda berdua dapat mempertimbangkan hal ini dan berdiskusi lebih terbuka tentang harapan masing-masing dalam mengembangkan usaha. Satukan visi-misi Anda yang bersifat personal, sehingga dapat lebih ringan juga optimal dalam implementasinya. Jika Anda ingin berkonsultasi atau mengetahui kesesuaian pribadi dan minat karir, Anda dapat menghubungi kantor kami atau konsultan sejenis. Semoga bermanfaat & terima kasih.

Salam,

Tim Konsultankarir.com

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2019 Konsultan Karir. All rights reserved.