Passion vs Skill

oleh | 27 February 2012 | 0 Komentar

Saya seorang siswi SMA yang sebentar lagi akan menempuh perguruan tinggi. Jika dilihat dari keseharian, saya pendiam dan kurang aktif. Di sisi lain, saya sensitif dan memiliki kepekaan terhadap kebutuhan orang lain. Saya berminat melanjutkan kuliah ke Fakultas Hukum. Saya merasa tertarik mempelajari hal ini. Namun, timbul keraguan dalam diri saya, mengingat saya pendiam dan tidak mempunyai skill berdebat seperti umumnya mahasiswa-mahasiswa Fakultas Hukum. Orang-orang di sekitar saya lebih menyarankan saya masuk ke Fakultas Psikologi, yang mereka anggap lebih cocok dengan karakter saya. Tapi jauh di dalam diri saya, saya sangat menyukai belajar Hukum, dan saya ingin meng-combine skill yang telah saya miliki dengan skill baru yang (mungkin) akan saya dapatkan di Fakultas Hukum, untuk membantu orang lain. Pertanyaan saya, manakah yang lebih baik bagi saya, masuk Fakultas Psikologi yang sesuai dengan skill saya, atau Fakultas Hukum yang kurang sesuai dengan skill saya tetapi sesuai dengan minat saya?
Terima kasih atas kemurahan hati untuk menjawabnya 🙂

Desara

Dear sdr. Desara,

Bagus sekali Anda telah mengetahui keinginan sejak di bangku SMA termasuk memiliki bayangan aktivitas kerja kelak. Perlu diketahui bahwa sifat pendiam bukan berarti tidak bisa mempelajari dan mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif. Jika membayangkan hukum dengan keahlian berdebat, maka menjadi psikolog pun memerlukan ketrampilan komunikasi yang aktif. Selain itu, bidang hukum dan psikologi sama-sama memerlukan kemampuan mendengar secara aktif. Aplikasi ilmu hukum tidak terbatas dalam ruang sidang seperti pengacara, hakim atau jaksa. Perusahaan pun membutuhkan orang hukum untuk menangani urusan terkait dengan hukum termasuk perjanjian, kontrak dan sebagainya.

Kami menyarankan Anda untuk memilih fakultas yang sesuai dengan minat atau passion karena akan menjadi sumber semangat dalam proses dan hasilnya. Untuk itu, bayangkan kembali lebih jelas tentang aktivitas kerja yang ingin dilakukan kelak (terlepas dari pilihan hukum, psikologi atau lainnya), suasana kerja seperti apakah yang diinginkan, apakah berinteraksi dengan orang, mengutak-atik objek, atau lainnya, kaitkan pula dengan tujuan yang paling ingin diraih dalam menikmati kehidupan ini. Meski Anda masih di bangku SMA, kami percaya hal ini pernah melintas dalam pikiran, hanya mungkin tidak sering dibicarakan dengan teman-teman. Semoga bermanfaat, terima kasih 🙂

Salam,

Tim Konsultankarir.com

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2019 Konsultan Karir. All rights reserved.