Berpindah Karir di Usia 32

oleh | 7 December 2011 | 4 Komentar

Yang Terhormat
Bapak/ Ibu,

Saya seorang general manager di perusahaan desain kecil di Bandung yang juga membawahi lembaga training dan penerbitan yang berpartner dengan perusahaan Jepang. Saya sedang berminat berpindah karir menjadi research analyst di perusahaan sekuritas. Saya sendiri sudah 10 tahun di perusahaan lama dan telah membidani lahirnya anak-anak perusahaan yang baru serta kerjasama dengan berbagai institusi terkemuka.

Latar belakang pendidikan formal saya adalah arsitektur dan juga memiliki sertifikat profesional (WSQ) dari lembaga pendidikan desain ternama di Singapura serta sertifikat kompetensi brand manager dari sebuah lembaga training ternama di Indonesia. Di awal karir saya pernah menjadi agen asuransi dan marketing sehingga akhirnya sudah 5 tahun saya menjabat sebagai general manager. Hasil karya saya juga sudah dua kali ditampilkan di buku-buku desain USA dan Australia. Kini usia saya telah mencapai 31 tahun, dan saya sedang bersiap mengambil gelar CFA level 1 serta sertifikat WMI.

Menurut Anda, apakah sebaiknya keputusan saya ini tepat berhubung sebenarnya saya memang tertarik di dunia finance sejak beberapa tahun lalu dan keadaan bisnis desain yang dimasa datang saya prediksi tak begitu prospektif bagi orang seperti saya yang cenderung menyukai pekerjaan belakang meja. Dan bila harus mencari klien sebagai sales, saya jelas tidak cocok. Saya sendiri tak berkeberatan bila harus mulai lagi dari dasar karena memang karirnya berbeda, yang sama mungkin hanya di analisa/ valuasi bisnisnya. Apakah usia saya akan menjadi hambatan saat melamar nanti? karena saat saya menyelesaikan persiapan pasti saya sudah berusia 32. Terimakasih sebelumnya .

Ruben

Dear Sdr.Ruben,

Mari kita lihat kembali informasi Anda; Anda telah membidani lahirnya beberapa anak perusahan dan menjalin kerjasama dengan berbagai institusi terkemuka. Meski Anda menilai tidak cocok mencari klien sebagai sales, namun Anda membuktikan dapat ‘bertahan’ sebagai agen asuransi dan marketing di awal karir selama 5 tahun. Informasi ini menunjukkan Anda mampu mengelola tantangan dalam bekerja dan membuat saya sedikit meragukan penilaian Anda sebagai orang yang lebih menyukai pekerjaan di belakang meja :). Kemungkinan besar, Anda seorang yang menyukai aktivitas kerja yang bersifat ‘start up’: memulai dari awal (konsep/ide) hingga eksekusi. Dalam prosesnya, Anda juga cenderung untuk memastikan data-proses melalui pemikiran lebih lanjut/investigasi, kemungkinan ini yang membuat Anda berpikir akan sesuai dalam tugas ‘research analyst’.

Kami menyarankan Anda untuk mempertimbangkan kembali minat Anda untuk pindah lebih detil. Pertanyaan utama yang perlu Anda jawab adalah: Mengapa Anda ingin pindah kerja dengan bidang yang berbeda? Apakah ada perkembangan/perubahan dalam perusahaan yang kurang sesuai bagi perkembangan karier /minat Anda? Gali kembali perasaan/semangat Anda selama berkarir di dunia desain ini. Ingatlah kembali satu pengalaman kerja yang paling menantang & membuat Anda puas dalam pengelolaannya. Apakah pengalaman tersebut ketika Anda bekerja di dunia desain atau agen asuransi? Anda juga perlu menggali lebih dalam tentang interaksi dengan lingkungan kerja selama ini. Terima kasih atas sharingnya, semoga membantu 🙂

Salam,
Tim Konsultankarir.com

Share this post :

There are 4 comments .

yusi bayu dwihayati —

ingin bergabung

Reply »
Oka —

Wah pengalamannya menarik sekali, apakah mungkin jenuh setelah 10 tahun? atau ada hal lain? Bagaimana kalo cari tahu lebih jelas tentang passion dan karir sehingga lebih terarah juga. Mungkin konsultan karir atau konsultan lainnya yang sejenis dapat membantu. Saya pikir justru Anda mungkin juga bisa memulai bisnis sendiri (karena sudah punya pengalaman membidani anak perusahaan kan)

Oka

Reply »
Tim Konsultankarir.com —

Sdr. Oka, terima kasih atas masukannya, untuk Sdr.Yusi, bisa Anda jelaskan maksudnya ‘ingin bergabung’?

Salam,
Tim Konsultankarir.com

Reply »
Lukman —

Saran saya, pelajari kembali success blueprintnya. yaitu:
1. Tujuan Hidup
2. Nilai-nilai yang ingin dikejar
3. Nilai-nilai yang dihindari
4. Referensi masa lalu
5. Keyakinan
6. Sistem pertanyaan diri

Kalo sudah clear, baru tetapkan untuk take action. Namun ada 1 hal yang tidak boleh terlewatkan. orang ingin merubah diri karena adanya keputusan ,dan keputusan harus dilandasi oleh pikiran dan emosi yang tepat. dan pada saat Anda memikirkan untuk mengambil tindakan, tanyakan, apakah emosi/perasaan Anda tepat saat itu?
Semoga bermanfaat, Salam

Reply »

Share Your Thoughts!

Copyright © 2019 Konsultan Karir. All rights reserved.