Bos otoriter

oleh | 5 February 2009 | 0 Komentar

Selamat Malam,

Langsung saja, saya berkerja di perusahaan kontraktor di Jakarta yang mempunyai bos (owner yang turun di manajemen perusahaan) dia sangat otoriter bahkan pernah dia menahan gaji karyawannya karena karyawan tersebut belum memberi laporan. Saya sangat tidak nyaman berkerja disitu bagaimana saya harus menyikapi.

Rahmat

 

Bapak Rahmat,

Kondisi dunia kerja memang tidak selalu ideal. Terlebih apabila Anda bekerja di sebuah perusahaan keluarga yang kurang profesional, di mana sang pemilik (owner) kurang mengindahkan kaidah profesionalitas tenaga kerja. Sikap yang ditunjukkan oleh pimpinan Anda dengan menahan gaji karyawan karena sang karyawan belum memberikan laporan, menjadi salah satu indikator kurang profesionalitasnya pimpinan, kecuali ada aturan tertulis yang jelas-jelas mensyaratkan antara kewajiban pembuatan laporan dan penerimaan hak gaji karyawan.

Bagaimana Anda menyikapinya? Ini semua juga kembali ke masalah tujuan Anda bekerja dan nilai-nilai yang Anda anut. Anda bisa saja bersikap bersimpati diam-diam terhadap teman karyawan sekaligus membantu pembuatan laporannya, ataupun Anda secara langsung kepada pimpinan (secara tertutup) menyuarakan keberatan Anda terhadap sikapnya. Tentu saja semua sikap Anda ini memiliki konsekuensi tersendiri. Misalnya Anda diam-dia bersimpati dan membantu teman Anda, maka teman Anda akan berterimakasih dan menilai Anda sebagai seorang teman kerja yang sangat berharga, sekaligus pimpinan Anda tidak perlu mengetahuinya, dan mungkin tidak akan pernah merubah sifat-sifat kurang profesionalitasnya. Sementara kalau Anda mengatakan langsung pada pimpinan, bisa saja pimpinan berterimakasih dengan masukan Anda, atau Anda malah dianggap sebagai karyawan yang tidak loyal (pembangkang/ pemberontak), serta terburuk Anda bisa kena PHK.

Namun yang pasti, jangan pernah melakukan kasak-kusuk soal isu ini dengan karyawan-karyawan lain, karena biasanya apa yang Anda sampaikan (keluhan, gosip, curhat, dan juga ucapan ketidakpuasaan) akan sampai juga pada telinga pimpinan, dan ini sungguh sebuah kondisi yang makin membuat Anda akan tidak nyaman, terlebih bila pimpinan akan menuduh Anda sebagai provokator. Tindakan lain yang juga banyak dipilih oleh karyawan bila berada dalam situasi Anda adalah, bersikap cuek, tidak ikut campur samasekali, dan memastikan diri Anda segera mencari tempat kerja lain yang lebih baik.

Hanya saja perlu diingat, di manapun Anda bekerja, Anda akan menemukan beragam masalah dan persoalan yang menyangkut pimpinan, rekan kerja, suasana kerja, dan beragam persoalan lainnya. Jadi selamat belajar menjadi bijak dengan berbagai pilihan Anda pribadi.

 Salam,

Lestari Nurhayati

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2019 Konsultan Karir. All rights reserved.