Menjalani Proses Transisi Karir

oleh | 3 August 2018 | 0 Komentar

Seberapa puaskah Anda dengan pencapaian karir saat ini? Apakah Anda semakin merasa puas atau malah merasa jenuh? Saat itulah mungkin Anda perlu meluangkan waktu sejenak untuk memikirkan peningkatan kualitas hidup melalui transisi karir.

Proses transisi adalah proses yang butuh waktu dan dedikasi. Anda akan mengalami perubahan dengan segala tanggung jawab dan pengalaman baru di dalamnya. Untuk itu adaptasi apa saja yang perlu dilakukan agar proses ini berjalan lancar? Berikut ini

Perubahan adalah hal yang natural dan perlu

Saat melakukan transisi karir, pastinya itu adalah suatu perubahan. Mau bagaimanapun, Anda tak bisa mengelak dari terjadinya perubahan. Tak selamanya Anda akan berada di satu jabatan atau posisi selamanya. Kadang perubahan harus dipaksakan kepada Anda karena suatu kondisi atau sebaliknya, perubahan itu Anda sendiri yang memutuskan.  Perubahan karir akan selalu diiringi harapan untuk menjadi lebih baik tentunya. Dan menjadi tanggung jawab Anda untuk memulainya atau tidak memulainya. Pilihannya ada pada Anda. Selalu ada pertimbangan atau alasan saat memilih untuk menjalani transisi karir. Meningkatkan kepuasan hidup adalah alasan paling rasional. Tapi tak semudah itu mencapainya, apalagi bila proses transisi tidak dijalani dengan benar. Apapun itu, semakin Anda yakin Anda perlu berubah dan semakin besar tekad Anda untuk berubah mendapatkan karir yang lebih baik, akan semakin lancar Anda meenjalani proses transisi karir.

Sebelum semuanya siap, Anda sudah harus siap

Bayangkan Anda memasuki ruang kerja baru untuk memulai karir baru atau menempati ruang kerja yang sudah Anda rancang sebaik mungkin untuk menjalani peran baru Anda sebagai pebisnis. Di sana sudah disiapkan segala infrastruktur yang diperlukan. Perabotan yang lengkap, alat-alat kerja yang up-to-date, dan tim yang menyambut ramah. Tapi bagaimana dengan Anda sendiri? Ya. Inilah yang dimaksud. Sebelum semuanya siap dijalani, Anda sendiri sudah harus siap, baik mental maupun fisik. Bahkan, Anda seharusnya telah punya target apa saja yang mesti dilakukan dalam hidup Anda paling tidak lima tahun ke depan. Siapa yang siap, dia yang akan berhasil. Persiapan mental adalah yang utama.  Bahkan sebelum rencana dan target ditetapkan, Anda harus sudah siap mental dan menata ulang diri sendiri. Hindari ragu-ragu. Keraguan hanya membuat Anda enggan melangkah.

Rancang pengelolaan keuangan sebaik mungkin

Idealnya, transisi karir tentu mensyaratkan beberapa pokok penting yang perlu diperhatikan. Misalnya, menemukan karir apa yang ingin dijalani, perusahaan apa yang dituju, mau berbisnis sendiri atau membeli franchise, dsb. Jadi, agar tidak membuang-buang waktu dan juga keuangan Anda tidak tergerus karena salah pilih, maka pengelolaan keuangan perlu diatur sebaik mungkin. Menjalani transisi berarti beradaptasi sana sini, bangun dulu sistem dan buat aturan Anda sendiri, termasuk aturan dalam hal keuangan Anda. Lakukan perhitungan yang matang dan susun anggaran seefektif dan efisien mungkin. Dengan persiapan keuangan yang baik, Anda akan semakin mantap menjalani proses transisi.

Mengenal dan Memperkenalkan Diri (Networking)

Membangun jejaring adalah mutlak dilakukan dalam masa transisi karir. Jejaring Anda adalah kumpulan orang-orang yang Anda siapkan untuk masa depan Anda. Bisa jadi suatu saat nanti mereka akan menolong Anda dan membantu Anda berkembang. Bisa jadi juga Anda yang menolong mereka.  Selalu dibutuhkan jejaring karena untuk maju dan bisa berjalan jauh, kita tidak akan pernah bisa mengandalkan diri sendiri. Buka keinginan berkomunikasi dengan orang baru, miliki kebiasaan baru untuk berkenalan dengan orang, dan bantu orang lain dengan iklas, tanpa pamrih.  Suatu saat nanti kebaikan tersebut akan kembali kepada Anda dalam bentuk yang tidak diduga-duga. Keiklasan adalah sumber daya yang seringkali tidak kita sadari. Kenali kebutuhan kenalan Anda, mungkin juga jika cocok secara chemistry Anda bisa menjadi teman akrab. Jadi, bukan sekedar untuk kepentingan bisnis semata saja, tetapi juga untuk kepentingan bersama yang lebih besar. Networking yang baik tidak mengharapkan adanya keuntungan salah satu pihak saja, sementara pihak yang lain merugi, tetapi untuk saling membangun satu sama lain dan besar bersama-sama.

Semoga dengan melakukan adaptasi ini, Anda akan semakin yakin dalam melangkah.

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2019 Konsultan Karir. All rights reserved.