Lima jurus antisipasi kesalahan kerja

oleh | 16 December 2013 | 0 Komentar

Sebagai manusia, kita pasti pernah berbuat salah. Manusiawi bila kita ingin melupakan, menutupi, atau menyalahkan situasi. Walau demikian, cara yang paling elegan setelah melakukan kesalahan adalah menerima dan mengakuinya dengan minta maaf. Kemudian, yang terpenting adalah mengambil langkah tindakan untuk segera mengatasi dampak dari kesalahan tersebut. Cara kita mem-follow up kesalahan memiliki dampak yang lebih besar terhadap masa depan karir daripada apakah kita berbuat atau tidak berbuat salah.

Namun demikian, mengantisipasi kesalahan juga merupakan cara yang perlu dipertimbangkan untuk menghindari kesalahan dalam bekerja, terutama kesalahan-kesalahan yang memiliki konsekuensi logis perlu dipikirkan antisipasinya. Berikut ini beberapa cara mengantisipasi kesalahan dalam pekerjaan:

Komunikasi. Mendengarkan dan bertanya merupakan kunci penting untuk menghindari kesalahan yang tidak perlu. Upayakan untuk memahami apa yang diinginkan atasan dengan mendengarkan secara detil dan segera bertanya jika tidak mengerti. Dengarkan dengan efektif dan ajukan pertanyaan secara gamblang saat instruksi yang diberikan tidak dimengerti. Tidak bersikap ‘sok tahu’ dapat menghindari kita dari kesalahan yang tidak perlu.

Memahami gambaran besar (big picture). Untuk dapat mengantisipasi kesalahan kita perlu memahami keseluruhan pekerjaan yang harus dilakukan, dan bukan hanya bagian yang menjadi tugas dan kewajiban kita saja. Semakinkita tahu keterkaitan pekerjaan secara menyeluruh dan semakin spesifik bagian tugas yang harus dikerjakan dan diharapkan dari kita akan membuat kita semakin memahami masalah/issu secara mendalammenjadikan peluang untuk berhasil semakin tinggi dan dapatmengeliminasi kesalahan yang mungkin terjadi.

Ambil tanggung jawab. Pekerja yang potensial adalah yang berani mengambil tanggung jawab. Mengantisipasi berarti mengakui bahwa tanggung jawab keberhasilan atau kegagalan pekerjaan ada di tangan kita. Dengan demikian, kita akan menjadi lebih hati-hati dan peduli dengan apa yang dikerjakan. Menyadari bahwa baik buruknya pekerjaan sangat tergantung pada diri kita membuat kita menjadi lebih berhati-hati dalam menyelesaikan pekerjaan, efeknya dapat menghindari terjadinya kesalahan.

Relaks. Pekerjaan adalah hal yang serius, tetapi sebagai manusia, kita tetap perlu santai dalam mengerjakannya. Ketegangan dan kecemasan dapat menimbulkan kesalahan yang tidak perlu. Berdasarkan penelitian, saat kita dalam kondisi relaks, otak justru bekerja lebih waspada dan ini membantu menghindari kesalahan yang kerap terjadi justruakibat kecemasan dan ketegangan karena ingin menghindari kesalahan.

Adaptasi. Walaupun ‘playing safe’ adalah kemungkinan paling rasional untuk mengantisipasi kesalahan, hal ini tidak dianjurkan karena membuat kita tidak berkembang dan menjadi pribadi yang ‘statis’. Ketidakpastian adalah hal yang pasti. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi besok, besok sudah pasti tidak akan sama persis dengan peristiwa di jam yang sama di hari ini. Karenanya yang terbaik adalah tetap bersikap positif, yakin bahwa semua sudah dilakukan dengan baik. Selanjutnya lihatlah ke depan dan fleksibel dengan kondisi apapun yang terjadi.

Catatan.
Artikel ini pernah dimuat di Majalah BestLife Edisi November 2012 di kolom Best Advice.

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2019 Konsultan Karir. All rights reserved.