Mengajukan pertanyaan saat sesi wawancara

oleh | 27 May 2013 | 0 Komentar

Dalam wawancara kerja, bolehkan kandidat mengajukan pertanyaan? Jawabannya: boleh. Pertanyaan ini tidak hanya boleh, melainkan penting, terutama ketika Anda telah memasuki interview dengan user, pemilik, atau pihak perusahaan lainnya. Mengapa? Setidaknya ada dua hal penting, menunjukkan keseriusan dan antusiasme Anda untuk bergabung di perusahaan tersebut dan terhadap diri sendiri (karier). Biasanya sebelum sesi interview berakhir, Anda akan mendapatkan pertanyaan, “Adakah yang ingin Anda tanyakan?” Manfaatkan kesempatan ini!

Perlu diingat, bahwa tidak hanya isi pertanyaan yang diajukan, melainkan juga cara Anda bertanya yang akan menunjukkan kadar antusiasme dan keseriusan kandidat. Jika Anda hanya mengikuti tips interview yang ada di majalah atau website, maka sesi ‘kecil’ ini akan terasa basa-basi. Salah satu tujuan yang tidak kalah penting adalah adanya dialog dan diskusi antara Anda dan pihak perusahaan. Dialog ini akan lebih efektif jika Anda juga telah membekali diri dengan informasi tentang perusahaan, tugas/tanggungjawab kerja, dan tujuan diri sendiri (baik dalam karier, maupun melamar di perusahaan tersebut).

Kalaupun tidak memungkinkan adanya diskusi, Anda dapat menggali hal-hal penting tentang tanggungjawab, kondisi kerja, rekan kerja, dsb, sehingga keputusan untuk bergabung di perusahaan tersebut akan lebih merupakan ‘win-win solution’. Apabila Anda menemui ada kondisi yang kurang sesuai harapan, maka Anda bisa memikirkannya lebih proporsional, tidak berdasarkan dugaan semata. Selanjutnya proses adaptasi yang akan Anda lakukan pun dapat dimulai dengan pikiran yang positif.

Untuk itu, persiapkan pertanyaan Anda di antaranya:

  • Alur dan proses kerja. Bagaimana alur kerjanya (input tugas, pihak internal yang terkait dalam proses tugas, bentuk output, pada siapa output diberikan, serta bagian mana yang menindaklanjuti pekerjaan posisi ini),dsb.
  • Indikator kesuksesan tugas/kerja/posisi. Bagaimana pengukuran kesuksesan tugas tersebut, bagaimana ekspektasi general perusahaan, adakah ekspektasi khusus, bagaimana kondisi ideal untuk mencapai target kerja di lingkungan internal perusahaan, faktor eksternal apa yang paling berpengaruh terhadap kesuksesan kerja hingga saat ini, dsb.
  • Sejarah divisi/posisi. Ada kemungkinan Anda akan masuk ke satu divisi baru, untuk itu, tanyakan apakah posisi ini telah ada sebelumnya, atau berapa lama divisi ini telah berjalan, bagaimana pencapaian target kerjanya, adakah yang akan diubah/dikembangkan dalam sekian waktu ke depan, mengapa divisi ini dibentuk (jika merupakan divisi baru), dsb.
  • Kompetitor bisnis. Siapakah competitor utama perusahaan di lingkup bisnis ini (sebaiknya Anda telah memiliki informasi secara general), bagaimana kekuatan utama perusahaan dalam memenangkan persaingan selama ini, apa kelebihan pesaing utama, tim seperti apa yang diharapkan perusahaan untuk memenangkan persaingan, dsb

Meskipun Anda sangat bersemangat, sesuaikan dengan kondisi yang ada. Pekalah dengan bahasa non-verbal pewawancara, apabila Anda tahu ada kandidat lain menunggu di luar ruangan, tanyakanlah berapa menit kesempatan bertanya ini. Kemaslah empat poin di atas (alur kerja, indikator kesuksesan, sejarah divisi/posisi dan kompetitor bisnis) secara fleksibel.

Semoga bermanfaat 🙂

#tips & trik wawancarawawancara kerja

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2020 Konsultan Karir. All rights reserved.