Super MoM

oleh | 10 December 2012 | 0 Komentar

“Mah, kapan pulang?”

Belum juga kaki ini melangkah keluar rumah, pertanyaan di atas sudah keluar dari mulut si kecil yang ingin memastikan kapan mamahnya pulang kerja.Perasaan yang campur aduk antara tidak tega sampai kesal karena mood untuk kerja menjadi buyar merupakan salah satu efek yang biasanya saya, professional mom, rasakan setiap mau berangkat kerja.Walaupun berbagai penjelasan sudah diterangkan kepada si kecil, namun rasanya ritual ?tersebut? sudah merupakan ?tradisi? di pagi hari disela-sela menyisir rambut, memakai lipstick dan parfum.

Apakah Anda juga mengalaminya?

Sebagai seorang professional mom, yang baru memutuskan untuk bekerja kembali dari jam 9 pagi sampai 5 sore, lima hari dalam seminggu, konsekuensi menjawab dengan sabar pertanyaan yang sama setiap pagi merupakan aktivitas yang ?gampang-gampang susah?.Karena, apabila telat sedikit, akan langsung diprotes.Lain halnya jika pulang lebih awal, maka akan dipertanyakan.I wish I could just ask for, ?Hi Mom, you?re home early?I miss you?.

Untungnya, saya bukanlah tipe orang yang sabar menunggu ?angan-angan? itu datang dalam kehidupan saya terlalu lama.Sebelum anak-anak saya bertanya ataupun protes, saya akan lebih dahulu menyela mereka dengan sapaan, ?Hallo sayang, mamah kangen kalian?. Hasilnya, beberapa hari terakhir ini, mereka langsung spontan merespon dengan pelukan dan ?kangen mamah juga? (Alhamdulillah…).

Kalau boleh jujur, tidak mudah untuk kembali bekerja (setelah beberapa tahun absen), dan lebih tidak mudah lagi meninggalkan anak-anak yang sudah terbiasa dengan kehadiran mamahnya di setiap kegiatan mereka di rumah dan di sekolah.Namun, dari semua itu, beberapa hal yang patut disyukuri, di antaranyaanak-anak menjadi lebih mandiri, bertanggung jawab, juga lebih menghargai apa yang disebut dengan ?quality time?.

Berbagai cerita mengalir dengan deras dan detail di malam hari sebelum mereka pergi tidur. Fokus yang biasanya mereka berikan ke televisi, di saat sedang berbincang, menjadi totally on mommy, nowadays.Selain itu, kegiatan ibadah, seperti sholat berjamaah yang tadinya hanya ?ritual? dan ?kewajiban? menjadi lebih berarti karena dilakukan secara bersama-sama.

Hal-hal itulah yang membuat pertanyaan, ?Mah, pulang nanti jam berapa?? menjadi tidak lagi menganggu karena di telinga yang terdengar adalah, ?Mah, aku sayang mamah?.

Bagi Anda yang telah memutuskan untuk bekerja kembali setelah sekian lama vakum, adaptasi bukan saja harus Anda hadapi di kantor, tetapi harus anda hadapi juga di rumah.Jangan sampai Anda lupa bahwa anggota keluarga lain yang sudah terbiasa dengan ritual sehari-hari selama ini, dapat menerima perubahan itu dengan cepat dan mudah.Kesabaran dan ketelatenan adalah faktor yang harus Anda berikan sebesar-besarnya sebab andalah yang memutuskan untuk merubah ?ritual? tersebut.Konsekuensinya, Anda pulalah yang harus ?menetralisir? riak-riak kecil yang muncul sebaik mungkin.

Istilah kasarnya, you did it then you are responsible for it.

Satu tips yang dapat saya berikan adalah, berkomunikasilah.Di tengah-tengah kelelahan dan kepenatan, berkomunikasi yang baik, jujur dan sehat/positif menjadi jalan keluar yang terbaik dari situasi sulit yang biasanya professional mom hadapi baik di kantor maupun di rumah.

Goodluck for your new endeavor. Wishing you all the best and happiness!

 

Gambar: happyworker.com

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2019 Konsultan Karir. All rights reserved.