Objektif Karir

oleh | 6 December 2012 | 1 Komentar

Mengapa perusahaan meminta kandidat menuliskan atau menyebutkan objektif karirnya?

Resume dan CV hendaknya disusun untuk memberikan gambaran pada perusahaan tentang siapa pelamar dan apa yang dapat dilakukan (diberikan) untuk perusahaan tersebut (target). Akan tetapi, tidak jarang dokumen profesional ini lebih berisi daftar panjang dengan ‘identitas dan janji’ kabur. Untuk itulah, kini banyak perusahaan secara eksplisit meminta pelamar/kandidat menuliskan karir objektif mereka.

Karir objektif tidak hanya membantu perusahaan membaca resume Anda, melainkan juga membantu diri sendiri untuk mengetahui tujuan karir, lebih lanjut lagi tujuan ia melamar ke satu perusahaan/posisi/jabatan.

Contoh dari objektif karir, di antaranya:

  • A responsible general office position in a busy, medium-sized organization
  • Ditujukan guna menjadi profesional dalam industri manufaktur yang membutuhkan supervisi, pemecahan masalah, dan organisasional
  • Medical support in a physician’s office, hospital, or other health service environment
  • Menjadi profesional di perusahaan yang menawarkan atmosfir positif untuk mendalami teknologi dan penerapannya demi manfaat lebih besar bagi masyarakat dalam dunia bisnis
  • To pursue a career in human resources management particularly in developing people to meet organization’s needs

Untuk menyusun objektif karir yang bersifat profesional sekaligus personal, perhatikan tips berikut:

  • Hindari posisi spesifik/nama jabatan. Hal ini karena ada kemungkinan perusahaan menggunakan istilah /label yang berbeda, meskipun terdapat tugas yang umum seperti resepsionis, manajer dan sebagainya. Gunakan istilah yang luas namun jelas, seperti posisi yang membutuhkan skill supervisi dan organisasional, cakupan ini cukup jelas menyatakan untuk posisi manager atau supervisor.
  • Skill utama. Sertakan dan tekankan skill utama yang Anda miliki dan merupakan nilai jual untuk posisi maupun perusahaan tersebut. Tentu Anda harus mempertanggungjawabkannya dalam interview maupun proses seleksi lainnya.
  • Skill unik. Sertakan pula skill unik yang menjadi nilai tambah Anda seperti kemampuan berbahasa asing Rusia, atau berpengalaman mengelola pengusaha kecil-menengah di daerah pesisir, misalnya. Untuk poin ini, sesuaikan pula keterkaitannya dengan perusahaan atau posisi yang Anda lamar. Cermati benang merahnya, terutama kompetensi yang ada, seperti kemampuan beradaptasi di beragam lingkungan, dsb.
  • Fokus dan jelas. Gunakan istilah yang memiliki cakupan luas, sekaligus tegas dalam menyatakan pekerjaan yang Anda inginkan.

Anda dapat berlatih dengan melengkapi kelima pertanyaan berikut sehingga lebih mudah menyimpulkan dan merumuskan karir objektif:

  1. Posisi dan area/lingkup yang saya inginkan adalah………
  2. Cakupan tanggung jawab yang saya inginkan adalah ……………..hingga ………….. (tuliskan dari yang paling mampu Anda tangani hingga yang paling minim)
  3. Skill kunci yang saya miliki dalam bekerja adalah…….. (tuliskan tiga skill utama)
  4. Keahlian utama yang ingin saya gunakan/implementasikan adalah…………..
  5. Minat utama dalam bekerja/karir yang ingin saya dalami adalah………..
  6. *Hal penting lain yang ingin saya raih dalam bekerja adalah …………………. (*merupakan poin tambahkan yang biasanya mengacu pada nilai, seperti ‘posisi yang memberikan kesempatan saya membantu anak-anak berkebutuhan khusus’ dan sebagainya)

Hal yang mengesankan calon pemberi kerja (perusahaan) adalah kandidat yang memiliki keinginan jelas dalam bekerja dan mengapa menginginkannya. Kini, silahkan isi pertanyaan selanjutnya:

  • Objektif karir saya adalah …………………………………………

Sumber:

Farr,Michael (2006) Overnight career choice. Indianapolis; JIST Publishing

Gambar: guukle.com

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2020 Konsultan Karir. All rights reserved.