Membangun Tim yang Bahagia

oleh | 12 November 2012 | 0 Komentar

“Positive teams are lead by positive leaders, so start with yourself.” – James Manktelow & Racher Thompson

Membangun tim memiliki tantangan tersendiri yang tidak dapat dilepaskan dari karakter pemimpin. Hal ini karena seorang pemimpin memiliki tuntutan untuk memberikan warna dasar dalam sebuah tim, walaupun aspek konteks atau situasional pun tidak kalah kuat. Untuk itu, saya setuju dengan kutipan dari website Mindtools.com; start with yourself!

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kebahagiaan bukan lagi berada di ujung perjalanan atau tujuan semata, melainkan juga antesenden atau berada di awal proses itu sendiri. Mantra bahwa kesuksesan memberikan kebahagiaan mulai samar tergantikan dengan kebahagiaan membawa kesuksesan. Kini, bagaimana Anda sebagai pemimpin mendorong dan menciptakan kebahagiaan tim untuk meraih kesuksesan?

Visi-misi, tim yang memahami tujuan/fokus dari setiap aktivitas akan lebih engaged atau memiliki ikatan yang lebih kuat. Untuk itu, ungkapkan visi-misi, dan jika perlu perjelas dalam bahasa paling sederhana yang mampu dimengerti oleh tim sehingga dapat memberikan inspirasi dan energy positif bagi mereka. Jangan paksakan satu kalimat rumit untuk semua tim, jika Anda memiliki anggota tim dengan karakter dan kemampuan yang beragam, hindari menuntut tim untuk menginterpretasikan sendiri visi-misi perusahaan. Buatlah visi-misi kecil sesuai aktivitas/tujuan divisi dan tenggat waktu sehingga lebih konkret.

Impact, Julie Clow, penulis buku The Work Revolution: Freedom and Excellence for All, dalam salah satu presentasinya yang diunggah di Youtube menekankan untuk fokus pada impact bukan aktivitas. Hal ini menegaskan peran target sehingga ketika tim memahami impact yang akan dituju, maka aktivitas tidak lagi menjadi masalah.Artinya tim dapat memahami beragam aktivitas, bahkan berusaha mengembangkan untuk mencapai target dan impact yang diharapkan.

Peran, perjelas peran setiap anggota tim dan intersection-nya. Terkadang kita tanpa sadar berpikir bahwa tim mampu memahami keterkaitan antara satu dan lainnya, namun pada kenyataannya, kita semua yang tergabung dalam tim memerlukan peta objektif sebagai acuan, sehingga tidak mengandalkan asumsi. Jika perlu buatlah bagan (peta) yang menarik di setiap project (Anda bisa mendelegasikan ini), sehingga tidak saja mengingatkan tentang alur kerja, melainkan juga anggota tim dapat memahami/mengingat siapa yang perlu dibantu untuk mempercepat proses, ketika tugas/tanggung jawab utamanya (individu) telah selesai. Prioritas ini dapat terlihat dari kedekatan tugas dan alurnya. Tim juga dapat saling mengingatkan dan memberikan feedback langsung pada rekan kerja dalam situasi yang cair.

Komunikasi, ingatlah bahwa Anda memainkan peran yang besar dan beragam sebagai seorang pemimpin tidak hanya dalam meraih target (sukses) di ujung proses, melainkan dalam proses keseharian. Untuk itu, perhatikan bagaimana Anda menjalin komunikasi dan bagaimana membantu perkembangannya pada level yang terkecil, termasuk individual jika diperlukan.

Kepercayaan, semakin Anda transparan, semakin terbuka peluang untuk membangun rasa percaya tim. Proses ini terbangun tidak hanya dari informasi objektif seperti pada poin sebelumnya, melainkan juga informasi yang bersifat informal. Perlu dibedakan dengan gossip atau keluhan, tujuannya agar tim saling menggali dan mencoba memahami isu-isu anggota tim lain maupun perusahaan. Termasuk di antaranya perkembangan ekonomi (sosial) nasional atau internasional, sehingga tim pun diingatkan peran perusahaan dalam masyarakat beserta dampak atau konsekuensinya.

Delegasi, studi telah banyak menunjukkan bahwa adanya otonomi dalam melakukan tugas memberikan/meningkatkan kepuasan dalam bekerja. Untuk itu, bangunlah delegasi yang jelas, jika diperlukan, (beranikan) ‘tarik dirilah’ dan percayakan tim untuk memberikan kesempatan stretching skill. Nilai tambah dari tindakan ini di antaranya adalah memotivasi tim dalam meningkatkan kinerja (inovasi-kreatif) untuk mencapai target.

Dukungan, adakalanya fokus tim (anggota) menurun karena masalah di luar pekerjaan (personal, keluarga, dsb), menemui kesulitan atau kurangnya fasilitas yang mencukupi/sesuai untuk mencapai target. Pastikan hal ini dengan menanyakan langsung, observasi lapangan dan segera mencari solusi bersama. Tahan diri Anda untuk tidak langsung mengambil alih, karena justru dapat menurunkan motivasi tim atau memberikan preseden buruk di kemudian hari seperti tim yang tidak tangguh. Ingatlah Anda adalah bagian dari tim sekaligus referensi utama.

Semoga bermanfaat 🙂

Referensi:
http://www.mindtools.com/pages/article/building-positive-team.htm
http://www.youtube.com/watch?v=6wVsQsR4TmQ

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2019 Konsultan Karir. All rights reserved.