Finding Something to Do (Belajar dari Julie & Julia)

oleh | 4 September 2010 | 1 Komentar

Menemukan sesuatu untuk dikerjakan, kedengarannya simple, tetapi ternyata tidak. Kalau memang simple tentu kamu tidak akan menemukan dirimu sendiri bertanya, “Mau ngapain lagi ya?” Atau tentu kamu familiar dengan kata-kata seperti “Gak tahu mau ngapain…”

Baru saja saya nonton film berjudul Julie & Julia dan cerita tentang dua wanita itu (based on true story) mengkonfirmasikan pada saya bahwa, finding something to do bukanlah sesuatu yang simple. Banyak orang yang enggak tahu mau ngapain, namun ketika sudah menemukan suatu yang menyenangkan untuk kita kerjakan, hasilnya bisa tidak terduga.

Seperti yang terjadi pada Julie dan Julia. Film ini menceritakan tentang dua wanita yang hidup pada waktu dan lokasi yang berbeda, namun kisah hidup yang satu telah menginspirasi yang lain melalui bukunya. Kedua-duanya adalah true story, karena itu mungkin ada yang bisa kita petik darinya.

Awalnya mereka berdua bingung harus mengerjakan apa. Julie Powell (setting tahun 2002 di New York) baru pindah rumah mengikuti suaminya. Kepindahan itu membuat dia harus berganti pekerjaan menjadi customer service di perusahaan pelayanan publik. Setiap hari dia harus mendengarkan banyak keluhan masyarakat tentang pelayanan publik. Julie yang bosan dan stress, berusaha mencari sesuatu yang bisa dijadikan pelarian.

Julia Child (setting tahun 1949) mengikuti suaminya pindah ke Paris dalam rangka tugas kedutaan. Wanita ini bingung mau ngapain, hendak mencari kesibukan di Paris. Suaminya pun membantu dengan menanyakan apa yang dia sukai. Ketika ditanya “What you like to do?” Julia dengan cepat menjawab “Eating.”

Passion-nya terhadap makanan memang tergambar dalam sepanjang film. Ketika baru tiba di Paris yang membuatnya terpesona adalah makanannya. Setiap kali mencobai makanan enak reaksinya berapi-api, sementara suaminya hanya biasa-biasa saja. Sewaktu bertemu dengan adiknya dia menceritakan kecintaannya pada makanan, “All I can tihink of is food…” bahkan ketika tidur dia bermimpi tentang resep-resep masakan. Dia langsung jatuh cinta pada masakan Perancis.

Melihat passion-nya yang luar biasa pada makanan, maka wajar apabila Julia ingin mengerjakan: belajar masak untuk mengisi waktunya di Paris. Dia mencari buku resep masakan Perancis, tetapi tidak satu pun berbahasa Inggris. Dia mengikuti kursus-kursus memasak, bahkan sampai kelas profesional dimana dia selalu dianggap remeh. Namun kekuatan hatinya dan kecintaannya pada makanan telah mengalahkan semua rintangan tersebut.

Passion ini membuat Julia cuek aja meski kepala sekolah memasak yang dimasukinya berulang-ulang mengatakan bahwa dia tidak punya bakat dan tidak mungkin bisa menjadi guru. Cita-cita Julia (yang diperankan oleh Meryll Streep) adalah ingin menjadi guru masak masakan Perancis untuk orang-orang Amerika. Perjalanan Julia berujung pada diterbitkannya sebuah buku yang dianggap buku resep masterpiece untuk masakan Perancis, “Mastering the Art of French Cooking.” Kesuksesan buku ini juga mengantar Julia menjadi host acara memasak di televisi yang menjadi salah satu legenda Amerika.

Julia Child adalah idola Julie Powell. Dia membaca bukunya dan selalu terinspirasi olehnya. Julie senang memasak. Setiap pulang dari pekerjaannya yang membosankan, dia selalu menemukan kebahagiaan dengan memasak. “Di dunia yang serba tidak pasti, ada sesuatu yang pasti, yaitu ketika kamu mencampurkan telur dengan mentega, maka hasilnya adalah kue yang enak,” demikian kira-kira Julie bercerita kepada suaminya, tentang passion-nya pada memasak, dan bagaimana memasak dapat mengangkat dia dari lumpur kebosanan dan stress.

Mengikuti demam blogging yang sedang melanda Amerika, suami Julie mengusulkan agar Julie menulis blog. Kebetulan Julie juga hobby menulis, pernah menulis buku namun tidak pernah diterbitkan. Blog tentang apa? Belajar dari sini dapat diambil hikmah juga bahwa ketika kita ngeblog, sebaiknya memiliki topik yang specific, sehingga blog kita dikaitkan dengan tema tertentu yang kemudian akan mendatangkan orang-orang yang mempunyai minat tertentu itu.

Dari hasil brainstorming dengan suaminya, akhirnya Julie menemukan ide untuk membuat blog berjudul Julie/Julia Project. Julie menantang dirinya untuk memasak 524 resep dalam buku Julia dalam 365 hari. Di dalam blog-nya dia menuliskan catatan harian sepanjang project tersebut. Dia mengaku tidak pernah menyelesaikan apa-apa dalam hidupnya, karena itu dia perlu membuat dateline untuk dirinya sendiri, apalagi setelah dipublish di blog, memberikan tekanan yang lebih besar.

Dan demikianlah. Buat kamu yang punya blog pasti memahami serunya ngeblog, dunia Julie pun menjadi berwarna. Awalnya blog itu tidak ada yang membaca, namun perlahan mulai mendapatkan respon. Setiap kali mendapat komentar senangnya luar biasa. Julie telah menemukan sesuatu untuk dikerjakan, sesuatu yang mengangkat dia dari lumpur rutinitas. Sesuatu yang seru.

Karena konsistensi dan passion-nya, perlahan blog Julie mendapat sambutan luar biasa, bahkan sempat menjadi blog paling populer di Salon.com. Blog-nya hingga hari ini masih bisa dibaca di http://blogs.salon.com/0001399/. Popularitas blog itu pun mengundang media-media tradisional ingin mewawancarai Julie. Sejak dipublikasikan di New York Times tawaran untuk kontrak buku pun berdatangan kepada Julie.

Kisah dua wanita ini menunjukkan, bila kita sudah menemukan sesuatu yang menjadi passion kita, sesuatu yang akan kita kerjakan bahkan tanpa dibayar, sesuatu yang tetap kita kerjakan secara konsisten bahkan ketika kita dianggap tidak mampu, pada akhirnya akan membuahkan hasil yang tidak terduga.

Nah, bagaimana dengan kamu? Asyik kan kalau sudah ketemu something to do?

Share this post :

There is 1 comment .

nurul —

saya juga senang dengan film ini. bagus dan memotivasi saya untuk mencari hal yang saya suka dan menjadi passion saya.

Reply »

Share Your Thoughts!

Copyright © 2019 Konsultan Karir. All rights reserved.