Refleksi Karier: “Berhentilah sejenak, dan lakukan refleksi perjalanan karier kita”

oleh | 4 December 2013 | 2 Komentar

Husin Syarbini: Entrepreneur,Baking Consultant, Trainer

Mendekati penghujung akhir tahun merupakan sebuah “musim “ bagi kita untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan hidup  satu tahun yang sudah kita lalui. Sudah menjadi kebiasaan dalam dunia profesional bahwa kita harus melakukan evaluasi terhadap target kerja tahun 2013. Sejauh mana cita-cita yang kita idamkan di tahun 2013 tercapai, apa saja harapan yang sudah terpenuhi, dan tentunya peningkatan apa saja yang telah terjadi pada diri kita baik yang bersifat material ataupun non – material? 

Perjalan sebuah karir ibaratnya sebuah perjalanan “panjang” bagi seseorang dalam mengarungi lautan luas kehidupan. Apakah tahun ini posisi kita sudah meningkat dari sebelumnya? Apakah tanggung jawab kerja yang telah kita lalui dianggap baik berdasar hasil penilaian prestasi kerja “KPI” yang di tetapkan? Apakah kita mengalami kenaikan gaji dan bonus yang meningkat di banding tahun sebelumnya? Ataukah sebaliknya “Apakah kita tersesat terlampau jauh dari cita-cita “value of life” ataupun apakah kita sudah menjalani pekerjaan kita sesuai dengan passion yang kita miliki, sehingga kita merasa sangat enjoy dalam bekerja dan tidak selalu merasa tertekan. Untuk itu kita harus melakukan langkah sederhana guna mengevaluasi perjalanan karir yang telah kita lalui selama ini.

Berhentilah sejenak dan lakukan refleksi terhadap kinerja kita.

Lakukan refleksi terhadap cita-cita perjalanan karir kita, dan lebih penting lagi lakukan perhitungan apakah karir yang kita pilih benar-benar telah memberikan kebahagiaan lahir dan batin bagi diri kita dan keluarga. Istilah yang mungkin yang tepat untuk melakukan proses ini adalah PAUSE and REFLECT.

Dalam proses ini lakukan beberapa pertanyaan mendasar terhadap diri kita, setelah itu buatlah Action Plan dalam memperbaikinya. Tentunya langkah perbaikan akan kita lakukan dan dijalankan mulai tahun depan dan butuh komitmen kuat untuk menjalankannya.

Alasan yang Kuat
Dalam memilih pekerjaan, sering kali kita terbentur dengan “opportunity” yang ada di depan kita, sehingga sering kali kita merasa “bersalah” dalam mengambil langkah di tengah-tengah perjalan, yang ternyata dalam pikiran kita seringkali tidak pas sesuai dengan keinginan kita. Umumnya kondisi ini terjadi jika kita tidak memiliki alasan yang kuat terhadap pekerjaan yang kita lakoni sekarang. Alasan yang kuat menjadikan seseorang memiliki semangat yang menggelora dalam mengarungi perjalanan karir yang ditempuhnya. Untuk itu refleksi pertama adalah cari “Alasan yang kuat” mengapa kita memilih pekerjaan dan bergabung dengan perusahaan tempat kita bekerja ataupun memilih sebuah aktivitas karir yang kita ciptakan sendiri.

Sepanjang perjalanan karir yang saya alami, saya pun mengalami perubahan-perubahan yang sangat “menantang” dengan target yang saya tetapkan sendiri. Teringat dengan definisi yang sering kita dengar bahwa pada hakekatnya antara karir dan pekerjaan sangat lah berbeda. Berbeda dari berbagai macam ragam kita melihatnya. Setidaknya perbedaan pekerjaan dan karir yang saya alamipun mengalami perubahan dan tingkatan kebutuhan motivasi yang mendasari pergeseran “Alasan-alasan kuat” terhadap aktivitas karir yang di jalani sekarang. Setidaknya perbedaan pemahaman  yang saya alami dalam perjalanan karirpun juga demikian, sebagaimana berikut :

Pekerjaan (Job) Karir (Career)
Milik Perusahaan Milik Kita sendiri
Berbicara banyak tentang job deskripsion, Tujuan perusahaan dan lingkungan kerja Berbicara tentang passion “sesuatu yang paling kita senangi dalam melakukannya”
Mengikuti sistem yang ada Menciptakan sistem kita sendiri dan team
Ada pola karir yang jelas Tujuan Hidup pribadi
Nilai-nilai pribadi yang di perjuangkan “value”
  Ketercapaian
  Happiness

Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan banyak manfaat bagi orang lain
Setelah melalang buana di berbagai perusahaan yang bertaraf nasional dan multinasional selama hampir 15 tahun di dunia profesional di Jakarta, dengan berbagai posisi mulai dari Manajemen Trainee, Baking Instructor, Research & Development, Technical Commercial dan Sales & Marketing, ternyata ada panggilan hati yang sangat mendalam yang saya rasakan, bahwa pencapaian yang saya alami selama ini ternyata masih merupakan mimpi orang lain atau tujuan hidup orang lain yang terefleksi dari tujuan perusahaan tempat kita bekerja. Saya merasakan bahwa ada panggilan hati terdalam agar kemanfaatan hidup kita bagi orang lain bisa lebih banyak memberikan impact kemanfaatan yang lebih luas.

Tentunya bukan proses yang mudah untuk melakukannya, butuh keberanian dan upaya agar cita-cita tersebut mulai di wujudkan. Alhamdulillah, di penghujung tahun 2013 ini, cita-cita tersebut sudah memasuki tahun ke-4 dari usaha yang saya lakukan di bidang “bakery ingridients” atau bahan-bahan roti. Ada kepuasan tersendiri saat melihat ada 30 orang karyawan yang menggantungkan kehidupan pada usaha yang kita jalankan, serta kepuasaan membantu para pengusaha bakery terutama “level” UKM yang menjadi pelanggan usaha kami “merasa puas” dengan tambahan ide-ide baru yang kami berikan saat memberikan Technical Assistance baik yang bersifat pengembangan produk-produk baru ataupun membantu memecahkan persoalan manajerial yang mereka hadapi dalam memajukan usahanya.

Ketrampilan lain yang saya temukan berkat dorongan kuat untuk berbagi ilmu dan pengetahuan adalah ketrampilan sebagai penulis dan tentunya sebagai trainer atau pembicara publik, yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, khususnya dalam bidang bakery. Adalah sebuah kepuasaan, saat saya bisa berbagi sebagai nara sumber untuk berbagai sekolah tinggi pariwisata yang ada di Indonesia. Itulah salah satu ketercapaian yang saya rasakan, saat kita harus berani memilih “karir” untuk di jalani.

Tentunya perjalanan untuk memberikan kemanfaatan untuk orang banyak bukanlah pekerjaan yang mudah, butuh rekan ataupun orang-orang yang memiliki calling” sama agar proses akselerasi memberikan kemanfaatan ini dapat berjalan lebih cepat dan berdampak luas. Rasanya apa yang saya lakukan belum apa-apa, sehingga ada mimpi lain untuk lebih banyak menulis, berkarya dan berbagi dengan ketrampilan, passion, dan knowledge yang saya miliki sehingga cita-cita “creating new value and inspiring people to improve their lives through bakeriespreneurship” dapat tercapai, dan sebaik-baik manusia adalah yang memberikan banyak manfaat bagi orang lain.

lihat profile http://www.konsultankarir.com/get-help/our-kaka

Share this post :

There are 2 comments .

rike —

Berhentilah sejenak …….itu sebenarnya yang diajarkan Islam dalam setiap sholat lima waktu kita ; dimana Allah memerintahkan kita untuk Thuma’ ninah , diam , berhenti sebentar,….dan penulis mengajarkan kepada kita bagaimana pentingnya Thuma’ninah dalam karir kita…………..a very nice reading

Reply »
Husin —

Dear Mbak Rike, terima kasih atas perhatian yang di berikan terhadap artikel tsb. Proses diam sejenak dalam “Pause and Reflect” sejatinya adalah proses perencanaan terhadap langkah apa yang akan kita ambil guna mengoptimalkan potensi yang kita miliki. Setelah semua rencana di buat secara tertulis lengkap dengan time line rencana eksekusinya, terakhir kita dapat melakukan langkah selanjutnya dengan berdoa berharap agar proposal hidup yang sudah kita buat dapat kita ajukan kepada Tuhan agar di mudahkan dalam melangkah selanjutnya (Moved on). Demikian salah satu refleksi dari proses Pause and Reflect dalam melihat karir yang kita jalani saat ini.

Reply »

Share Your Thoughts!

Copyright © 2019 Konsultan Karir. All rights reserved.