Menelisik calon karyawan secara digital

oleh | 2 June 2009 | 0 Komentar

Menelisik Calon Karyawan Secara Digital

Ardiningtiyas P.

Melalui assessment, HRD menggali kompetensi calon karyawan untuk menempati posisi yang lowong. Informasi standar seperti CV/resume, dokumen akademis, referensi tempat kerja sebelumnya, baik melalui surat keterangan maupun konfirmasi atasan terdahulunya menjadi bahan pertimbangan bagian HRD juga.

Namun demikian, keunikan manusia tetap akan selalu adameskipun kita berusaha melihatnya secara komprehensif dari berbagai faset. Poin ini pula yang terus memacu dunia psikologi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk terus menemukan, menggali dan merancang instrumen yang tepat. Psikometri menjadi salah satu jawaban dari dunia SDM, baik psikologi dan non-psikologi. Kelebihannya ada pada spesifikasi kompetensi sesuai kebutuhan profesional dan preferensi individu, misal leadership, work-style dll.

Selain itu, dunia pengembangan SDM juga diuntungkan dengan pesatnya teknologi informasi yang semakin mengglobal dan berwarna. Media online kini menjadi salah satu alat teropong HRD guna mengenal sisi lain calon karyawan. Jangan salah, kompetensi seperti komunikasi non verbal, analisa, inisiatif, persuasi, dsb bisa digali di sini;

  • Mesin pencari – google. Biarkan dunia digital menunjukkan ‘siapa’ dia. Kemungkinan besar akan tersaji nama dalam jaring sosial seperti friendster, facebook, blog, mailing-list, web, media massa-online, seminar/konferensi. Konferensi/ seminar internasional biasanya menampilkan peserta secara online dalam jadwal online.
  • Jejaring sosial. Setelah Friendster, Facebook menjadi ajang unjuk diri dan nostalgia yang populer di dunia, termasuk Indonesia. Sayangnya masih sangat sedikit yang memanfaatkan sebagai personal branding & networking. Perhatikan tagline yang terpampang, dialog dalam wallpaper/comentar, adakah catatan/artikel yang mengarah pada ‘komunikasi’ kompetensi & profesional? Menarik juga untuk dilihat kapan aktivasi dan jumlah teman yang ada, secara umum 100 – 200 teman dalam empat bulan masih terhitung normal, artinya dia tidak sekedar confirm semua invitation, catatan lainnya; bukan addicted tapi take in control.
  • Group. Baik yahoogroups atau group dalam facebook memungkinkan penggunanya untuk membuat group sendiri. Perhatikan tema dan aktivitasnya untuk melihat kompetensi pribadi seperti inisiatif, komunikasi non verbal, persuasi, dll.
  • Blog. Meskipun awalnya halaman ini untuk ajang curhat, namun manfaat sesungguhnya tetap di tangan pengguna, termasuk untuk personal branding dan networking. Menulis blog membutuhkan energi tidak sedikit, terlebih jika ditujukan untuk pengembangan diri & profesional.
  • Website. Nilai lebih patut dicatat jika ia tergabung dalam satu website profesional/ hobi secara aktif, terlebih jika ia sebagai pemilik/perancang. Apakah ia telah aktif sebagai associate atau member sebuat komunitas hobi/ profesional, apa saja peran dan kontribusinya?

‘Investigasi’ serupa juga bisa dikenakan dan bermanfaat bagi perkembangan karyawan dalam satu perusahaan. Tindak lanjut seperti seminar-training bisa diteropong kesesuaiannya dengan kompetensi individual karyawan. Semakin meningkat kompetensi karyawan, perusahaan juga yang akan memetik keuntungan.

Semoga bermanfaat.

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2020 Konsultan Karir. All rights reserved.