Mengintip Kepuasan Kerja Karyawan

oleh | 4 March 2009 | 0 Komentar

Mengintip Kepuasan Kerja Karyawan

oleh: Ardiningtiyas P.

“Apakah Anda akan merekomendasikan sahabat Anda bekerja di kantor(tempat Anda bekerja) ini?”

Pernahkah Anda lemparkan pertanyaan di atas secara langsung pada karyawan Anda? Perhatikan reaksinya, apakah tersipu dan mengeluarkan suara “Mmmmh…. “, sebelum menjawab “Ya”. Atau justru langsung mengatakan “Ya” dengan lantang sebelum Anda selesai bertanya.

Pertanyaan ‘iseng’ di atas mengandung apa yang didengungkan sebagai ‘kepuasan kerja’, ‘kebanggaan karyawan di tempat kerja’. Bukankah Anda pun akan berusaha merayu sahabat atau orang terdekat Anda untuk mencicipi restoran baru yang sangat nikmat di ujung jalan? Sebaliknya Anda akan memilih mengantarkan sahabat Anda untuk makan di resto lain yang meskipun jauh, tapi tidak mengecewakan.

Manfaatkan cerminan psikologis karyawan ini untuk kepentingan perusahaan secara luas, seperti;

Manfaat bagi korporat, di antaranya;

  • gambaran awal dan umum tentang penghargaan karyawan terhadap perusahaan
  • pijakan bagi evaluasi program korporat
  • pijakan bagi evaluasi kepercayaan karyawan terhadap perusahaan
  • pijakan bagi peningkatan program perusahaan

Manfaat bagi HR, di antaranya;

  • mendeteksi ketidakpuasan karyawan untuk assessment selanjutnya
  • pijakan antisipasi resiko kehilangan karyawan potensial
  • pijakan bagi peningkatan program dan evaluasi HR selanjutnya

Monitoring kepuasan kerja bisa dilakukan secara simpel, namun sebaiknya tetap sistematis. Hal ini akan berguna untuk pengembangannya yang lebih kompleks. Anda bisa melakukan survei kecil sebagai pilot study kepuasan kerja dengan satu pertanyaan ini.

Strategi ini juga berdampak positif pada karyawan, karena;

  • memberikan perhatian nyata
  • membangun persepsi bahwa evaluasi bukan ancaman karena dilakukan hanya pada momen promosi atau restrukturisasi

Buatlah survey kecil tetap secara tertulis atau email yang disebarkan resmi melalui milis kantor. Pastikan identitas mereka aman/ rahasia, dengan pernyataan bahwa hasil survey berupa agregat, bukan per individu. Selain itu, up-date lah hasil survey kepada karyawan sebagai apresiasi perusahaan dan political will untuk peningkatan perusahaan secara kolektif.

Hal ini akan mendekatkan HR dan korporat dengan karyawan sebagai satu barisan dalam mencapai tujuan. Bahkan, bukan tidak mungkin akan menjadi agenda yang ditunggu oleh karyawan dengan tema selanjutnya yang menginjak tanah dan langsung dirasakan oleh mereka. Survei atau evaluasi tidak lagi menjadi monster pintu ‘seleksi’ karyawan menjadi baik atau tidak baik, melainkan proses normal dan logis yang diperlukan oleh semua pihak.

Semoga Bermanfaat!

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2019 Konsultan Karir. All rights reserved.