Optimalkan Seminar & Training: Satu untuk Semua

oleh | 29 April 2009 | 0 Komentar

Optimalkan Seminar & Training: Satu untuk Semua

oleh Ardiningtiyas P.

Apapun core bisnisnya, selama sumber daya manusia sebagai pelaku utama, maka pengembangan kompetensi mulai dari kompetensi teknis sampai dengan soft skills menjadi tuntutan untuk survive.

Anda bisa menemui berderet iklan training – seminar hampir tiap minggu, baik pada media-online juga surat kabar harian. Tema peningkatan kompetensi teknis (balance-score card, effective audit, create appropriate assessment), hingga kompetensi soft skills seperti negotiation skill, teamwork skill, leadership improvement dll. Tidak jarang tema itu bersanding dengan tren dunia seperti pemanasan global, ekologi, bumi hijau, cyber-world, dan lain sebagainya.

Terlepas dari manfaat praktis, kegiatan semacam ini menawarkan keuntungan ganda, seperti; memberi ide segar, inspirasi, memperluas jejaring kerja, memancing pemikiran kritis, mengembangkan wawasan, memberi peta profesional up-date, dan semacamya. Manfaat ini tidak otomatis masuk, karena dibutuhkan kondisi ‘sadar, konsentrasi dan menikmati’ secara aktif pada diri peserta.

Pertimbangan itulah yang perlu digaris-bawahi oleh HRD dalam mengirimkan karyawan ke seminar ataupun training. Selain biaya yang tidak murah, seminar sehari di lokasi hotel berbintang lima dengan pembicara dari negara lain, misalnya, tentu membutuhkan daya kognitif lebih untuk berpartisipasi aktif sebagai peserta.

Penugasan secara bergantian, menjadi agenda HRD untuk pengembangan sumber dayanya. Sebab tidak mungkin mengirimkan karyawan untuk semua tema sekaligus. Bagaimana agar manfaatnya bisa mengena untuk seluruh karyawan di perusahaan?

Beberapa cara berikut bisa menjadi pilihan tim HRD;

  • Minuets of meeting. Membuat semacam MoM setelah mengikuti seminar-training secara sistematis guna report internal perusahaan. Fungsinya adalah ‘memaksa’ sang duta untuk terlibat serius, sekaligus melihat kompetensi seperti logika sistematis juga active listening karyawan.
  • Artikel singkat (300 – 500 kata). Berisi analisis kegiatan secara general dan opini karyawan. Artikel ini berguna untuk melihat kompetensi komunikasi non-verbal, daya analisis, berpikir kritis, insight bahkan problem solving.
  • Presentasi interaktif. Menyusun presentasi singkat dalam power point (10 slide; 1000 kata) untuk diskusi interaktif (30 menit), minimal kepada rekan satu tim internal, misalkan tim produksi, dihadiri oleh personel HRD dan atasan/supervisor (jika memungkinkan). Kompetensi pengamatan berupa komunikasi verbal – non verbal.
  • Milis kantor. Sebarkan artikel dan keterangan singkat MoM melalui milis kantor. Manfaatnya untuk memberikan kesempatan karyawab bagian lain menambah wawasan dan manfaat psikologis (inspirasi, semangat, ide, dsb) dari seminar-training tersebut. Anda juga bisa melihat respons karyawan lain terkait dengan kegiatan ini serta membuat catatan pengembangan karyawan lain ke depan.
  • Library. Atur ‘oleh-oleh’ seminar-training berupa CD dan materi cetak lainnya dalam kepustakaan yang bisa diakses oleh seluruh karyawan. Buat pengumuman secara berkala dalam milis kantor sebagai undangan up-grade sumber daya secara pro-aktif.

Sebagai HRD, Anda juga bisa memanfaatkan statistik keterlibatan karyawan dalam seminar-training untuk melihat perkembangan kompetensinya. Report internal, presentasi dan artikel menjadi instrument yang sukup signifikan untuk melengkapi employee appraisal. Semoga bermanfaat.

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2019 Konsultan Karir. All rights reserved.