<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>konsultankarir.com</title>
	<atom:link href="http://konsultankarir.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://konsultankarir.com</link>
	<description>karir - konsultasi karir - konsultasi psikologis - konsultasi SDM - assessment - rekrutmen</description>
	<pubDate>Tue, 21 May 2013 09:23:59 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Keputusan Resign dan Cara Resign Baik-Baik</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2013/05/21/konsultasi/keputusan-resign-dan-cara-resign-baik-baik/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2013/05/21/konsultasi/keputusan-resign-dan-cara-resign-baik-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 01:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dann</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[arsitek]]></category>

		<category><![CDATA[beban kerja]]></category>

		<category><![CDATA[karier]]></category>

		<category><![CDATA[resign]]></category>

		<category><![CDATA[sistem kerja]]></category>

		<category><![CDATA[suasana kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1437</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah seorang lulusan arsitektur yang bkerja di suatu biro konsultan arsitektur. Saya baru mulai kerja pada biro tersebut kurang lebih 2 bulan. Relatif singkat memang tetapi saya sudah merasa tidak betah dengan suasana di kantor. Kantor saya memiliki banyak proyek dengan staf arsitek/desainer yang sangat sedikit. Sejak hari pertama saya kerja hingga sekarang, setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Saya adalah seorang lulusan arsitektur yang bkerja di suatu biro konsultan arsitektur. Saya baru mulai kerja pada biro tersebut kurang lebih 2 bulan. Relatif singkat memang tetapi saya sudah merasa tidak betah dengan suasana di kantor. Kantor saya memiliki banyak proyek dengan staf arsitek/desainer yang sangat sedikit. Sejak hari pertama saya kerja hingga sekarang, setiap harinya lembur selalu tak terelakkan. Saya khawatir ini dapat berpengaruh buruk pada kehidupan pribadi, sosial dan juga kesehatan saya. Setiap saya ingin pulang kantor, saya merasa segan dengan mereka yang masih saja bekerja. Perlu diingat bahwa saya masih menjadi seorang asisten desainer, bukan penanggungjawab proyek secara langsung mengingat saya freshgraduate.</em></p>
<p><em>Pada saat interview kerja di kantor saya sekarang, memang si bos telah membicarakan banyaknya proyek (tidak dalam angka/jumlah tentu saja). Saya pun diberitau hanya ada sekitar x staf desain di sini. Dalam pikiran saya waktu itu, dengan jumlah staf desain yang sangat sedikit, saya tidak membayangkan bahwa jumlah proyek ternyata mencapai angka puluhan. Saya pun diberitau kalo saya harus siap lembur, hanya saja saya tidak membayangkan akan lembur setiap hari, tanpa upah tambahan (yang ini saya baru tahu saat saya cek rekening dan si bos memang tidak bicara sesuatu mengenai bonus). Terus terang saya bekerja untuk mendapat pengalaman sehingga suatu saat saya dapat membuka usaha sendiri (atau dengan teman-teman) di bidang desain. Saya pun tidak menutup kemungkinan bekerja di luar profesi arsitek seperti set designer, pengamat lingkungan, dll. Oleh karena itu, saya tidak mempermasalahkan tentang upah lembur, saya hanya mempermasalahkan jam kerja yang non-fixed dan saya rasa dengan menjadi asisten di banyak proyek, saya justru berpikiran ini overwork dan khawatir akan penurunan kualitas saya (semua proyek dikejar waktu) dan membuat suatu tanda tanya, apakah saya dapat berkembang? Saya pernah jatuh sakit pada pertengahan bulan ke dua dan karena saya makan dengan makanan yang sama dengan yang lain di kantor, saya yakin ini bukan masalah pola makan tetapi mengenai pola waktu kerja yang membuat saya kelelahan.</em></p>
<p><em>Saya berminat resign namun masih blm menemukan alasan yang tepat yang dapat saya utarakan sehingga tidak menyakiti pihak kantor. Terus terang tentang ketidaksukaan sistem kerja dan suasana di kantor tentu bukanlah alasan yang tepat meski hal tersebutlah yang memacu saya untuk resign. saya beberapa hari yang lalu dikontak teman akan adanya lowongan pekerjaan di kantor tempat ia bekerja, saya berminat untuk mendaftar kerja di sana dan berharap diterima sehingga saya sudah tidak punya pikiran akan jobless setelah resign. </em></p>
<p><em>Sebelum saya melakukan semua itu, saya mmbutuhkan saran dan masukan dari pihak konsultan karir. Mohon maaf sebelumnya karena ini terlalu panjang namun saya rasa saya harus menceritakan latar belakang dari permasalahan saya sekarang untuk mendapat jawaban baik berupa saran maupun kritik yang dapat tertuju langsung kepada saya. Untuk  tanggapannya, saya ucapkan banyak terimakasih.</em></p>
<p><em>Dann</em></p>
<p>Dear Sdr.Dann,</p>
<p>Selamat datang di dunia kerja <img src='http://konsultankarir.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Mari kita cermati beberapa hal, mulai dari hal yang positif. Positifnya adalah, (a) perusahaan tempat Anda bekerja saat ini telah menjelaskan kondisi di awal (banyak proyek dan meminta untuk siap lembur), (b) perusahaan memiliki banyak proyek, (c) kesempatan bekerja dan belajar tentang dunia kerja bagi <em>fresh graduate</em> di bidang yang sesuai minat dan pendidikan.</p>
<p><strong>Faktor a</strong>, yakni perusahaan telah mengungkapkan sejak awal tentang kondisi kerja, menjadi poin positif yang dapat Anda jadikan langkah ke depan. Artinya, perusahaan mengharapkan Anda mempersiapkan diri, tidak serta merta membiarkan staff baru terjun bebas. Ini merupakan indikator positif.</p>
<p><strong>Faktor b</strong>, banyaknya proyek mengindikasikan roda perusahaan berjalan, memiliki kepercayaan klien dan dunia bisnis yang terkait, dan modal untuk terus berkembang.</p>
<p><strong>Faktor c</strong>, Anda berkesempatan untuk mengaplikasikan ilmu dalam dunia nyata, serta ditantang untuk mengatur diri lebih luas-mengelola waktu, kesehatan, stamina, interaksi dsb, ini semua adalah bekal diri untuk menjadi profesional yang berkembang.</p>
<p>Sekarang kita cermati yang membuat Anda ingin <em>resign</em>: (a) sistem kerja, (b) suasana kantor, (c) tanpa uang lembur, (d) keraguan dapat berkembang</p>
<p><strong>Faktor a</strong>, sistem kerja, sepertinya Anda keberatan dengan pola lembur yang terus menerus, meskipun harus kami informasikan bahwa situasi seperti ini jamak di dunia bisnis. Anda perlu menggambarkan sistem kerja lebih detil, tidak hanya dari satu titik yakni jam lembur. Selain itu, beban kerja (sebagai asisten) yang harus mengelola beberapa proyek, sepertinya Anda juga keberatan dengan hal ini. Kami harus menyatakan bahwa Anda harus siap dengan hal ini di tempat kerja lain, termasuk di industri lain dengan perhitungan beban kerja tersendiri untuk optimalisasi hasil proyek.<strong> </strong></p>
<p><strong>Faktor b</strong>, suasana kantor, poin ini masih belum jelas, apa yang dimaksud dengan suana kantor. Apakah komunikasi kerja, interaksi kerja, dsb. Cermati kembali dan temukan suasana yang menyenangkan dan tidak menyenangkan di kantor Anda.</p>
<p><strong>Faktor c</strong>, yakni tidak adanya uang lembur, meskipun Anda menyatakan tujuan bekerja adalah mencari pengalaman, namun Anda perlu memperjuangkan diri sendiri secara profesional, pelajarilah peraturan kerja di perusahaan Anda, sehingga jelas apa saja kewajiban dan hak pegawai.</p>
<p><strong>Faktor d</strong>, apa yang membuat Anda meragukan kemampuan untuk berkembang? Jika Anda dipercaya terlibat dalam banyak proyek, bukankah Anda memiliki kesempatan untuk mencermati banyak hal dalam industri ini? Anda perlu memperjelas poin ini.</p>
<p>Berdasarkan pembahasan di atas, kami menyarankan Anda untuk:</p>
<ol>
<li>Perjelas yang Anda maksud dengan sistem kerja dan suasana kerja yang tidak menyenangkan serta keraguan tidak dapat berkembang, tuliskan sehingga Anda dapat melihatnya lebih objektif</li>
<li>Temui pihak yang tepat (atasan langsung/dan HRD) diskusikan kondisi yang Anda hadapi</li>
<li>Pelajari peraturan dan hak karyawan di perusahaan tersebut (biasanya tertuang dalam satu buku tersendiri)</li>
<li>Gali informasi dari teman/sumber lain tentang sistem dan suasana kerja perusahaan sejenis</li>
<li>Persiapkan alternatif penawaran pada perusahaan, untuk ini, fokuslah pada kekuatan Anda serta sesuaikan dengan kondisi perusahaan</li>
<li>Diskusikan kembali dengan pihak yang tepat (HRD)</li>
<li>Ambillah keputusan: (a) apabila resign, maka HRD telah memahami permasalahan serta dapat menjadi masukan bagi perkembangan ke depan, silahkan lihat <span style="color: #0000ee;"><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2012/12/surat-pengunduran-diri-template.pdf">http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2012/12/surat-pengunduran-diri-template.pdf</a></span></span> (b) apabila tetap bekerja, maka pastikan Anda dan perusahaan mendapatkan solusi positif.</li>
</ol>
<p>Niatkan untuk berdiskusi dengan atasan dan HRD untuk mendapatkan kejelasan dan kemungkinan alternatif yang bersifat <em>win-win solution</em>. Ingatlah, jauhkan emosi dan nuansa komplain saat berdiskusi, namun benar-benar untuk mendapatkan informasi tepat dari pihak yang tepat. Setelah itu, pertimbangkan baik-baik, berdasarkan informasi objektif serta kebutuhan Anda ke depan.</p>
<p>Sebagai pertimbangan, rentang waktu satu tahun adalah masa pengenalan bagi karyawan baru, terlebih fresh graduate, terutama dalam implementasi ilmu dan dunia kerja yang dapat dikatakan tidak terlalu terbayang saat kuliah (pendidikan). Sangat wajar bila Anda merasa terkejut, namun yang perlu Anda ingat adalah selalu utamakan klarifikasi objektif, bukan asumsi, maka sikap dan tindakan proaktif, seperti berdiskusi dengan pihak yang tepat secara langsung. Ingatlah bahwa perusahaan telah memiliki pertimbangan sendiri ketika menerima Anda, maka, buka diskusi secara positif. Kalaupun Anda memutuskan untuk <em>resign</em>, mereka adalah jejaring potensial Anda di masa depan, jagalah hubungan baik sejak dini <img src='http://konsultankarir.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga dapat membantu Anda <img src='http://konsultankarir.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam,</p>
<p>Tim Konsultankarir.com</p>
<p>This post was submitted by dann.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2013/05/21/konsultasi/keputusan-resign-dan-cara-resign-baik-baik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Materi versus Eksistensi</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2013/05/16/artikel/materi-versus-eksistensi/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2013/05/16/artikel/materi-versus-eksistensi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 03:42:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Winda</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[eksistensi]]></category>

		<category><![CDATA[karir]]></category>

		<category><![CDATA[materi]]></category>

		<category><![CDATA[pilihan hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1435</guid>
		<description><![CDATA[
Apa  sebenarnya tujuan kita bekerja? Rata-rata orang akan menjawab  untuk  memenuhi kebutuhan hidup. Benar! Lalu pekerjaan seperti apa yang   dilakukan orang untuk memenuhi kebutuhan hidup? Masing-masing orang  akan  bekerja sesuai dengan takdirnya. Ada yang menjadi CEO dan ada pula  yang  menjadi office boy.
Sebagian orang akan berfikir, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2013/05/eksistensi-vs-materi-karir.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1436" title="eksistensi-vs-materi-karir" src="http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2013/05/eksistensi-vs-materi-karir-300x224.jpg" alt="karir" width="300" height="224" /></a></p>
<p>Apa  sebenarnya tujuan kita bekerja? Rata-rata orang akan menjawab  untuk  memenuhi kebutuhan hidup. Benar! Lalu pekerjaan seperti apa yang   dilakukan orang untuk memenuhi kebutuhan hidup? Masing-masing orang  akan  bekerja sesuai dengan takdirnya. Ada yang menjadi CEO dan ada pula  yang  menjadi <em>office boy.</em></p>
<p>Sebagian orang akan berfikir, tampaknya menjadi <em>office boy</em> bukanlah suatu pilihan yang menarik bagi seseorang di dalam berkarir.   Sebaliknya, menjadi CEO adalah impian setiap individu yang terjun ke   dunia kerja. Benarkah? Ingat, kita tidak boleh meremehkan orang lain   apapun pekerjaan mereka.</p>
<p>Pekerjaan dan kehidupan adalah takdir sekaligus pergulatan. Menjadi CEO tentunya tidak semudah <em>simsalabim </em>melalui   suatu trik sihir. Diantara berbagai kisah kehidupan mungkin bahkan ada   individu yang meraih posisi CEO dimulai dari posisi bawah sebagai <em>office boy</em> yang terus merangkak naik hingga ke puncak. Perjuangan yang luar biasa, bisa dikatakan melawan takdir.</p>
<p>Banyak karyawan yang enggan meninggalkan zona nyaman atau <em>comfort zone.</em> Alasan mereka adalah mengapa mencari masalah untuk mengharap sesuatu   yang tidak pasti, sedangkan yang ada didepan mata adalah suatu kepastian   yang nikmat untuk terus dicecap. Sebaliknya bagi mereka yang bersifat   dinamik dan<em> adventurous, </em>hasrat  dalam diri akan terus  menggeliat untuk menjadi individu yang lebih  baik. Selalu membuka mata,  telinga dan terutama pola pikir untuk menjadi  kian cerdas dan mawas  diri, <em>to be a better me.</em></p>
<p>Kembali lagi pada tujuan kita bekerja, yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menjadi <em>office boy </em>ataupun menjadi CEO adalah sah-sah saja. Jika seseorang puas dan bahagia dengan menjadi <em>office boy</em>,   maka itu adalah panggilan hidupnya. Dan jika seorang CEO masih tak  puas  dengan satu perusahaan yang dikelola, bahkan memiliki mimpi untuk   mengelola suatu rangkaian perusahaan konglomerasi, maka hal itu pula   menjadi gaung suara hatinya.</p>
<p>Setiap  individu membutuhkan materi  untuk memenuhi kebutuhan hidup, disisi lain  mereka juga ingin agar  eksistensinya diakui. Seberapa besar porsi untuk  dipenuhi dari neraca  dengan dua muatan ini? Saya kembalikan pada  masing-masing individu dan  suara hati yang dimilikinya. Untuk Anda yang  masih terus berjuang  apapun posisi Anda saat ini, saya angkat topi!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2013/05/16/artikel/materi-versus-eksistensi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Adaptasi</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2013/05/14/konsultasi/adaptasi/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2013/05/14/konsultasi/adaptasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 01:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedy</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>

		<category><![CDATA[self-asessment]]></category>

		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1405</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa saya susah sekali beradaptasi dalam lingkungan kerja yang baru? Apakah ini ada hubungannya dengan sifat saya yang agak pemalu, dan cuek. Mohon saranya terima kasih
Dear Sdr. Dedy,
Untuk memudahkan, cobalah deskripsikan secara detil beberapa hal berikut: (a) siapa orang terdekat-pola interaksi selama ini, bisa di dalam atau di luar keluarga ; (b) siapa teman yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa saya susah sekali beradaptasi dalam lingkungan kerja yang baru? Apakah ini ada hubungannya dengan sifat saya yang agak pemalu, dan cuek. Mohon saranya terima kasih</p>
<p>Dear Sdr. Dedy,<br />
Untuk memudahkan, cobalah deskripsikan secara detil beberapa hal berikut: (a) siapa orang terdekat-pola interaksi selama ini, bisa di dalam atau di luar keluarga ; (b) siapa teman yang paling cocok selama ini-pola interaksi selama ini; (c) siapa rekan kerja yang paling cocok selama ini-pola interaksi seperti apa; (d) pola belajar saat sekolah/kuliah bagaimana-apakah memerlukan musik, sunyi, atau berdiskusi dengan beberapa teman; (e) bagaimana memanfaatkan waktu senggang-adakah aktivitas tertentu/hobi?</p>
<p>Gambaran interaksi di atas bertujuan untuk mengetahui pola interaksi dan lingkungan yang paling sesuai/nyaman bagi Anda. Begitu pula dengan aktivitas di waktu senggang, cermati aktivitasnya, bagi ekstrovert biasanya beraktivitas  dengan temant seperti jalan ramai-ramai atau main band,  bagi yang introvert biasanya akan menikmati waktu sendiri, seperti bermain musik sendiri, membaca sambil mendengarkan musik.</p>
<p>Harapannya, Anda mengetahui pola adaptasi sehingga bisa mengarahkan diri, termasuk mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan untuk beradaptasi di situasi yang kurang menyenangkan/sesuai bagi diri Anda.</p>
<p>Semoga dapat membantu Anda, terima kasih.</p>
<p>Salam,<br />
Tim Konsultankarir.com</p>
<p>This post was submitted by dedy.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2013/05/14/konsultasi/adaptasi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memikirkan kematian</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2013/05/13/blog/consultant-corner/memikirkan-kematian/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2013/05/13/blog/consultant-corner/memikirkan-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 07:14:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Consultant Corner]]></category>

		<category><![CDATA[career]]></category>

		<category><![CDATA[death]]></category>

		<category><![CDATA[God]]></category>

		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[karir]]></category>

		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1432</guid>
		<description><![CDATA[
Ini pertama kali saya menulis lagi  setelah sekian tahun vakum dari dunia tulis menulis karena fokus menyelesaikan studi.  Studi yang juga hampir  ‘mati&#8217; karena terlalu banyak hal yang saya lakukan dalam satu masa hidup saya. Jika tidak karena orang-orang  dekat yang terus mengingatkan  dan para mentor yang membimbing dengan penuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2013/05/when-death-is-good-for-life.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1433" title="when-death-is-good-for-life" src="http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2013/05/when-death-is-good-for-life-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Ini pertama kali saya menulis lagi  setelah sekian tahun vakum dari dunia tulis menulis karena fokus menyelesaikan studi.  Studi yang juga hampir  ‘mati&#8217; karena terlalu banyak hal yang saya lakukan dalam satu masa hidup saya. Jika tidak karena orang-orang  dekat yang terus mengingatkan  dan para mentor yang membimbing dengan penuh kepedulian, mungkin saya tidak akan pernah menuliskan ini. Bobot  terbesar keberhasilan saya menyelesaikan studi adalah dukungan dari  orang-orang di sekitar saya, selebihnya adalah perubahan internal yang  saya alami.</p>
<p>Mengapa tema ini yang saya pilih untuk tulisan pertama saya?  Bukan karena saya ‘ngeri&#8217; atau ‘siap&#8217; mati, tetapi memikirkan kematian membuat saya menjadi lebih sadar untuk apa saya hidup. Dan mungkin berbagi kisah ini dapat mengilhami pembaca yang sekarang mengalami apa yang pernah saya alami.</p>
<p>Ada satu masa di tahun terakhir  penyelesaian studi (mendekati DO :D), saya mengalami kebuntuan luar biasa dan kehilangan gairah hidup. Saya mengalami kelelahan lahir batin dan tidak tahu harus berbuat apa. Sungguh ini diluar prediksi. Di saat seharusnya berlari, saya malah mandeg.  Namun, saya bersyukur bahwa saya memiliki keyakinan bahwa Tuhan itu baik.</p>
<p>Di saat saya kehilangan gairah menulis untuk menyelesaikan studi, saya justru intens ‘berdialog&#8217; dengan Tuhan.  Saya meyakini Tuhan selalu menjawab pertanyaan hambaNya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dan berhubung pengetahuan agama  dan ibadah saya juga masih bolong-bolong , Tuhan pastinya senang diajak berdialog&#8230;  :D.</p>
<p>Singkat cerita, setiap kali sehabis membaca bukuNya, dan setiap kali berdoa, yang terlintas selalu kematian. Saya  tak pernah berpikir akan DO dari studi saya, tetapi yang kemudian saya  pikirkan justru bagaimana kalau saya DO dari hidup saya sendiri.  Tidak kebayang jika saya harus DO di kelas paling tinggi dalam hidup, yakni hidup itu sendiri.</p>
<p>Bagaimana agar saya tidak DO dari hidup saya?  Saya  analogikan dengan sekolah, untuk tidak DO dari sekolah, maka saya harus  menguasai materi (mata ajaran) yang diujikan dalam studi tersebut. Apa mata ajaran  hidup? Bagi saya, pertanyaan ini terlalu luas cakupannya dan tidak mudah didefinisikan. Maka, saya balik pertanyaannya, apa lawan hidup?  Mati. Ya, kematian. Mengapa saya tidak mulai dari memikirkan kematian saya? Kematian itu spesifik, hanya terjadi sekali saja. Sementara, hidup selalu memberikan kesempatan pada saya untuk dapat ‘hidup&#8217; berkali-kali&#8230;.</p>
<p>Dan satu hal yang menarik dari memikirkan kematian  diri sendiri adalah membuat saya ingin melakukan hal-hal baik dalam  hidup, termasuk menyelesaikan apa yang telah saya mulai, dan memulai apa  yang ingin saya tinggalkan di dunia ini.</p>
<p>Mungkin memikirkan kematian akan  berdampak berbeda pada setiap orang dan merupakan pengalaman yang bersifat subyektif, tetapi menurut  riset ilmiah (Vail, dkk., 2012) dalam <em>Personality and Social Psychology Review</em> mengungkapkan  bahwa kesadaran akan kematian dapat meningkatkan kesehatan fisik dan  membantu kita menyusun ulang prioritas atas tujuan dan nilai-nilai kita. Bahkan saat kita berjalan di dekat pekuburan, &#8212; secara tidak sadar memikirkan kematian &#8212;  dapat membangkitkan perubahan positif dan tindakan menolong orang lain (Gailliot, dkk., 2008) dalam <em>Personality and Social Psychology Bulletin</em>.</p>
<p>Saya sendiri merasa bahwa memikirkan kematian diri  sendiri membuat saya akhirnya mampu fokus untuk menyelesaikan studi dan  berupaya melakukan yang terbaik untuk segala hal. Mungkin belum cukup  baik untuk hal-hal besar, namun setidaknya saya mengerti tentang satu  hal yang dapat mengarahkan hidup saya.</p>
<p>Pidato Steve Job di Stanford University  yang fenomenal itu mengingatkan saya bahwa memikirkan kematian diri sendiri juga merupakan motivasi yang ampuh untuk membuat keputusan-keputusan besar dalam hidup.</p>
<p><em>&#8220;Remembering that I&#8217;ll be dead soon is the most important tool I&#8217;ve ever encountered to help me make the big choices in life.&#8221; </em>(Steve Job)</p>
<p>Mungkin ini saatnya Anda memikirkan kematian diri sendiri dari sudut yang lebih positif&#8230;. <img src='http://konsultankarir.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2013/05/13/blog/consultant-corner/memikirkan-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Late Starter dan Pilihan karir</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2013/04/09/konsultasi/late-starter-dan-pilihan-karir/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2013/04/09/konsultasi/late-starter-dan-pilihan-karir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2013 01:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roberto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[HI]]></category>

		<category><![CDATA[karier]]></category>

		<category><![CDATA[karir]]></category>

		<category><![CDATA[passion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1424</guid>
		<description><![CDATA[Dear Konselor 
Saya seorang mahasiswa S2 berumur 28 tahun dan sedang melakukan penelitian akhir. Sebelumnya saya adalah lulusan S1 yang tidak serumpun (S1 ilmu Ekonomi, dan sekarang S2 Hubungan Internasional). Dan saya memang menempuh S2 itu sederhana saja, out of passion dan sebenarnya lancar-lancar saja karena IPK bagus dan sepertinya akan selesai sesuai dengan masa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dear Konselor </em></p>
<p><em>Saya seorang mahasiswa S2 berumur 28 tahun dan sedang melakukan penelitian akhir. Sebelumnya saya adalah lulusan S1 yang tidak serumpun (S1 ilmu Ekonomi, dan sekarang S2 Hubungan Internasional). Dan saya memang menempuh S2 itu sederhana saja, out of passion dan sebenarnya lancar-lancar saja karena IPK bagus dan sepertinya akan selesai sesuai dengan masa tempuh (3 semester). Namun saya akui bahwa yang saya pelajari sepanjang S2 saya tidak banyak berkaitan dengan S1 saya dan itu cukup membuat saya bingung. Passion saya adalah ilmu HI namun ketidaklinearan ini membuat saya bingung menjawab pertanyaan-pertanyaan orang di sekitar saya, dan kuatirnya ketika saya melamar pekerjaan setelah lulus nanti : </em></p>
<p><em>Pertama, kenapa tidak linear ? kan tidak bisa jadi dosen.<br />
Ke dua, kalau begitu lulus dari HI kerja dimana? </em></p>
<p><em>Saya awalnya menginginkan menjadi PNS di pusat seperti di BPKM atau Deplu, tapi ya setelah melihat pengalaman orang-orang, bisa dibilang keinginan saya ini termasuk mimpi juga. Namun saya tetep akan mengejar posisi PNS tersebut. Cuman saya bingung apa &#8220;Plan B&#8221; jika saya tidak diterima. Apakah menjadi PNS di Pemda, yang mana tahun ini ya ga semua propinsi termasuk propinsi asal saya menerima PNS baru.</em></p>
<p><em>Jadi Saya sekarang terpikir untuk kuliah S2 ilmu ekonomi lagi, kadang juga terpikir untuk kuliah S2 HI dengan kosentrasi ekonomi politik internasional (saya skrg mengambil minat konsentrasi politik internasional) dan saya ntar punya titel &#8220;MA&#8221; dua. Atau saya memutuskan untuk fokus mencari pekerjaan &#8220;lain&#8221; yang saya tahu gak akan ada kaitan dengan passion saya, misal melalui program ODP atau MT sebuah perusahaan &#8220;X&#8221; . Dengan ketidak linearan ini dan dengan pengalaman kerja yang minim saya kembali bingung. Sebelumnya saya mempunyai usaha sendiri, di bidang yang tidak ada kaitannya dengan S1 saya, namun tidak berjalan mulus sehingga banting setir untuk lanjut S2. Saya sampai berpikir untuk mengambil S1 kembali di ilmu HI, tapi ya gak lucu juga.</em></p>
<p><em>Singkatnya, saya <strong>suka meneliti dan saya sangat suka dengan ilmu S2 HI yang saya tempuh ini</strong>. Sayangnya HI ini juga bukan ilmu praktis seperti akuntansi atau teknik pertambangan (minim lowongan), jalur pendidikan S1 - S2 saya juga tidak linear (jadi dosen di universitas swasta juga ga bisa), dengan pengalaman kerja minim pula, di usia 28 pula.</em></p>
<p><em>Terimakasih Konselor atas tanggapannya.</em></p>
<p>Dear Sdr.Roberto,</p>
<p>Menarik sekali pengalaman studi yang sedang Anda tempuh saat ini. Salah satu petunjuk passion adalah aktivitas yang Anda senangi, bahkan hal yang ekstrem adalah &#8216;tanpa terlalu mengindahkan masalah finansial&#8217;. Hal ini yang tidak jarang membuat orang menyamakan antara passion dengan hobi. Yang membedakan adalah, passion akan menuntut Anda untuk selalu melakukan itu lagi dan lagi, meskipun menemui banyak kegagalan, sedikit belok arah namun akan kembali &#8216;menuntut&#8217; untuk melakukannya. Anda akan merasa ada yang kurang jika tidak melakukan hal itu. Untuk itu, passion juga lekat dengan komitmen, berbeda dengan hobi yang cenderung mengisi waktu luang dan bersifat &#8216;pengimbang&#8217; tekanan hidup. Dalam passion, Anda merasakan tekanan sekaligus semangat dan keseimbangan. Mungkin kalimat ini dapat terkesan berlebihan, namun dalam kenyataannya, passion tidak semudah menuliskan katanya.</p>
<p>Terkait dengan ketidaklinieran studi Anda, cobalah untuk lebih adil pada diri sendiri, selain terbuka pada &#8216;gugatan&#8217; dan &#8216;pertanyaan&#8217; orang di sekitar. Tantangannya adalah: mampukah dan maukan Anda menjadikan ketidaklinieran tersebut sebagai nilai tambah? Anda memiliki ilmu ekonomi dan ilmu hubungan internasional, cobalah ramu keduanya menjadi keunikan, kekuatan dan nilai tambah Anda. Anda pun telah memiliki pengalaman bisnis. Buka kembali lembaran itu, dan lihatlah lebih jernih, keberhasilan dan aspek yang perlu ditingkatkan. Tidak semua orang berani dan mampu membuat bisnis sendiri, jadi, itu adalah pencapaian diri sendiri, apresiasilah!</p>
<p>Jika passion Anda adalah penelitian, dengan ilmu ekonomi dan hubungan internasional, Anda dapat berkiprah juga di dunia LSM baik nasional maupun internasional. Cobalah bergabung dalam milis atau komunitasnya. Kunjungi pusat-pusat budaya beberapa negara yang ada di Jakarta atau kota besar lain, jika lokasi Anda kurang memungkinkan, Anda dapat berkunjung ke situsnya. Ada banyak undangan kompetisi proposal penelitian maupun projek di pusat budaya atau LSM di Indonesia. Tantang diri Anda untuk mengikutinya, baik individual atau berkelompok dengan teman/menggandeng institusi tertentu. Temui lembaga penelitian di kampus Anda, kenali passion Anda lebih dekat, sekaligus memastikan apakah benar passion atau ada hal lain yang ternyata menjadi passion Anda.</p>
<p>Selanjutnya tentang dosen, sejauh pengetahuan kami, memang dosen dituntut untuk memiliki keilmuan yang linier, namun tidak menutup kemungkinan yang tidak linier. Anda dapat melihat di berbagai universitas, karena kotak ilmu itu sendiri tidaklah kaku, selalu ada titik temu di antara berbagai ilmu. Untuk itu, jika Anda memang tertarik menjadi dosen, jangan patahkan keinginan sendiri sebelum mencoba. Salah satu nilai jual dalam melamar posisi ini adalah pengalaman riset dan penulisan ilmiah. Rintislah sejak dini, buatlah riset kecil sesuai minat Anda (ekonomi, ekonomi-HI, atau HI, atau dengan ilmu lainnya), ikutilah konferensi ilmiah-presentasikan hasil studi Anda, ikutilah kompetisi riset dan kirimkah hasil riset Anda ke jurnal nasional maupun internasional.</p>
<p>Demikian saran dari kami, semoga dapat sedikit memberikan masukan bagi Anda <img src='http://konsultankarir.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam,</p>
<p>Tim Konsultankarir.com</p>
<p>This post was submitted by Roberto.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2013/04/09/konsultasi/late-starter-dan-pilihan-karir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bingung mau pilih profesi ?</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2013/03/26/konsultasi/bingung-mau-pilih-profesi-2/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2013/03/26/konsultasi/bingung-mau-pilih-profesi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2013 01:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yusuf masyhur</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[jurusan kuliah]]></category>

		<category><![CDATA[karir]]></category>

		<category><![CDATA[SMK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1316</guid>
		<description><![CDATA[Selamat siang konsultan karir.
Saya adalah siswa yang udah kelas 3 SMK, saya bingung setelah besar nanti profesi apa yang pas buat saya, saya itu pingin punya profesi yang gajinya cukup besar, agar ke depanya saya tidak bingung. Oh ya, selain itu, saya ingin kuliah terlebih dahulu setelah lulus nanti, dan sekarang saya mengambil jurusan rekayasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat siang konsultan karir.</p>
<p>Saya adalah siswa yang udah kelas 3 SMK, saya bingung setelah besar nanti profesi apa yang pas buat saya, saya itu pingin punya profesi yang gajinya cukup besar, agar ke depanya saya tidak bingung. Oh ya, selain itu, saya ingin kuliah terlebih dahulu setelah lulus nanti, dan sekarang saya mengambil jurusan rekayasa perangkat lunak di SMK, saya ada rasa ingin mengambil jurusan yang lain setelah kuliah nanti, karena setelah saya lihat orang yang mengambil jurusan itu pekerjaanya kurang terjamin, dan kebanyakan banyak yang jadi guru, sedangkan saya tidak pingin jadi guru.</p>
<p>Saya kira begitu konsultan karir. mohon pencerahanya.</p>
<p>Saya enaknya pilih profesi apa setelah besar nanti&#8230;..</p>
<p>Terima kasih, semoga sukses trus konsultan karir <img src='http://konsultankarir.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Yusuf</p>
<p>Dear Yusuf,<br />
Memiliki keinginan untuk mendapatkan penghasilan/gaji besar tidaklah salah, tetapi, akan lebih menyenangkan jika mendalami profesi sesuai minat sendiri sehingga gaji akan semakin &#8216;berlipat&#8217; dengan kepuasan menjalani aktivitas <img src='http://konsultankarir.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk itu, pilihlah jurusan kuliah yang Anda senangi. Caranya:<br />
(1) Tuliskan 5-10 profesi yang diinginkan kelak<br />
(2) Buat peringkat profesi impian pertama sampai sepuluh<br />
(3) Lihatlah 5 profesi pilihan teratas<br />
(4a) Cari informasi tentang aktivitas utama kelima profesi pilihan via internet, majalah, buku, orang dewasa (orangtua/guru/lainnya), atau yang menjalani profesi tersebut (jika memungkinkan)<br />
(4b) Lengkapi informasi profesi di atas dengan latar belakang pendidikannya<br />
(5) Tentukan tiga profesi pilihan setelah mengetahui informasi aktivitas masing-masing profesi<br />
(6) Pilihlah jurusan kuliah berdasarkan &#8216;investigasi profesi&#8217; tersebut</p>
<p>Apapun jurusan yang Anda pilih nantinya, berkomitmenlah untuk membekali diri dengan ilmu dan mengembangkan skill non akademis, seperti organisasi/aktivitas lainnya. Ketrampilan sosial dan organisasi memegang peranan penting kelak <img src='http://konsultankarir.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Demikian Yusuf, semoga dapat membantu, terima kasih.</p>
<p>Salam,<br />
Tim Konsultankarir.com</p>
<p>This post was submitted by yusuf masyhur.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2013/03/26/konsultasi/bingung-mau-pilih-profesi-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pekerjaan bagi pendiam</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2013/03/19/konsultasi/pekerjaan-bagi-pendiam/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2013/03/19/konsultasi/pekerjaan-bagi-pendiam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2013 01:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kevin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[karier]]></category>

		<category><![CDATA[kerja]]></category>

		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>

		<category><![CDATA[pendiam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1413</guid>
		<description><![CDATA[Saya punya kekurangan berupa penyakit menghilangnya suara saya yang mengakibatkan saya susah berkomunikasi yang berimbas kesulitan dalam menjalani pekerjaan. Saya ingin mencari pekerjaan yang tidak dituntut banyak bicara dan kalau perlu tanpa bicara sekalipun. Mungikn ada referensi buat saya pekerjaan di bidang apa sajakah itu? Terima kasih.
Kevin
Dear Sdr.Kevin,
Ada banyak pekerjaan yang memang menuntut sedikit berbicara, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Saya punya kekurangan berupa penyakit menghilangnya suara saya yang mengakibatkan saya susah berkomunikasi yang berimbas kesulitan dalam menjalani pekerjaan. Saya ingin mencari pekerjaan yang tidak dituntut banyak bicara dan kalau perlu tanpa bicara sekalipun. Mungikn ada referensi buat saya pekerjaan di bidang apa sajakah itu? Terima kasih.</em></p>
<p><em>Kevin</em></p>
<p>Dear Sdr.Kevin,</p>
<p>Ada banyak pekerjaan yang memang menuntut sedikit berbicara, karena akan mengganggu konsentrasi dan biasanya menuntut presisi cukup tinggi. Sayangnya Anda tidak menyertakan latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja sebelumnya, maka saran kami lebih bersifat general. Pekerjaan tepat bagi si &#8216;pendiam&#8217; di antaranya: analis data, editor, penulis, akuntan, desainer grafis, script writer, termasuk bank teller (lebih dituntut untuk berkonsentrasi pada transaksi, berbeda dengan customer service officer di bank), pemain musik.</p>
<p>Kami menyarankan Anda juga berlatih untuk meningkatkan skill komunikasi, setidaknya komunikasi dasar karena semua pekerjaan menuntut hal ini. Ikutilah komunitas kecil yang memungkinkan Anda untuk mengeluarkan pendapat dan berinteraksi dengan orang lain. Pilihlah komunitas yang sesuai dengan minat Anda <img src='http://konsultankarir.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga dapat membantu, terima kasih.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Tim Konsultankarir.com</p>
<p>This post was submitted by kevin.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2013/03/19/konsultasi/pekerjaan-bagi-pendiam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kegiatan setelah pensiun</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2013/03/12/konsultasi/kegiatan-setelah-pensiun/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2013/03/12/konsultasi/kegiatan-setelah-pensiun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2013 01:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kiki</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>

		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[pensiun]]></category>

		<category><![CDATA[PNS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1414</guid>
		<description><![CDATA[Papa saya April ini pensiun PNS-nya,beliau belum punya rencana apapun untuk masa pensiunnya.Saya tidak ingin papa saya yang biasanya aktif, jadi pasif di rumah saja, karena setahu saya kalo tidak bekerja beliau sering uring-uringan. Papa saya hobi internet dan sempat buat usaha tapi gagal, sebaiknya apa yang harus dilakukan papa saya setelah pensiun agar beliau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Papa saya April ini pensiun PNS-nya,beliau belum punya rencana apapun untuk masa pensiunnya.Saya tidak ingin papa saya yang biasanya aktif, jadi pasif di rumah saja, karena setahu saya kalo tidak bekerja beliau sering uring-uringan. Papa saya hobi internet dan sempat buat usaha tapi gagal, sebaiknya apa yang harus dilakukan papa saya setelah pensiun agar beliau tdk bosan di rumah?</p>
<p>Kiki</p>
<p>Dear Sdr.Kiki,<br />
Senang sekali melihat perhatian Anda untuk orangtua. Apa yang Anda kemukakan memang benar, masa transisi merupakan proses yang membutuhkan banyak energi psikis, karenanya memerlukan banyak dukungan. Beberapa hal yang biasanya &#8216;hilang&#8217; dari masa pensiun adalah: aktivitas fisik/rutinitas dan interaksi sosial intensif rekan kerja. Sebaiknya Anda pelajari karakteristik aktivitas beliau di kantor, sehingga dapat memberikan beberapa usulan solusi yang tidak terlalu jauh. </p>
<p>Manfaatkan pula modal sosial yakni jejaring kerja maupun pertemanan yang telah beliau miliki untuk beraktivitas setelah pensiun. Gabungkan hal ini dengan minat personal untuk mengembangkan usaha. Jangan memaksakan bentuk usaha yang sama sekali baru. Begitu juga untuk pendekatan usaha, berangkatlah dari karakter personal beliau dalam berinteraksi sosial. Apakah beliau telah familiar dengan bisnis online? Jika memang berminat, tidak ada salahnya Anda terlibat di awal, dan mungkin target market seusia beliau yang tepat, karena beliau lebih nyaman. Atau justru sebaliknya, target market yang lebih muda. Dalam hal ini, tentu Anda yang lebih memahami. </p>
<p>Demikian saran kecil dari kami, semoga dapat membantu. Terima kasih.</p>
<p>Salam,<br />
Tim Konsultankarir.com</p>
<p>This post was submitted by kiki.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2013/03/12/konsultasi/kegiatan-setelah-pensiun/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pekerjaan Sistem Rotasi</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2013/03/05/konsultasi/pekerjaan/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2013/03/05/konsultasi/pekerjaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2013 03:27:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Pratama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[karier]]></category>

		<category><![CDATA[kerja]]></category>

		<category><![CDATA[mutasi]]></category>

		<category><![CDATA[rotasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1415</guid>
		<description><![CDATA[Dear Konselor,
 
Perkenalkan nama saya Sandi, bekerja di perusahaan swasta.  Perusahaan saya tempat bekerja ada sistem rotasi / mutasi setiap 3-4 th sekali.  Saya dan istri baru saja menikah dan otomatis istri mengikuti kemana pun nanti saya di mutasi, sedangkan istri ingin bekerja/ berkarier.  Jika setiap 3-4 th saya di mutasi, istri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dear Konselor,</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Perkenalkan nama saya Sandi, bekerja di perusahaan swasta.  Perusahaan saya tempat bekerja ada sistem rotasi / mutasi setiap 3-4 th sekali.  Saya dan istri baru saja menikah dan otomatis istri mengikuti kemana pun nanti saya di mutasi, sedangkan istri ingin bekerja/ berkarier.  Jika setiap 3-4 th saya di mutasi, istri jadi tidak bisa berkarier karena harus mengikuti saya di tempat yang baru.  Bagaimana menyikapi hal ini?<br />
Terimakasih</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Salam<br />
Sandy</em></p>
<p>Dear Sdr. Sandi</p>
<p>Anda menyatakan bahwa istri ingin berkarier, apakah berarti akan memulai karier atau telah bekerja? Dalam hal ini memang perlu prioritas bersama selain prioritas individual. Mungkin beberapa gambaran ini dapat menjadi pertimbangan Anda dan istri, termasuk kelak jika memiliki putra-putri:</p>
<ul>
<li>Istri berkarir dengan pekerjaan yang bersifat menetap dan menjadikan kota/daerah tempat kerja istri sebagai rumah tinggal tetap, sementara suami bekerja dengan sistem rotasi. Terkait dengan hal ini, Anda perlu mencari informasi tentang kemungkinan menetap di suatu kota di tahun ke sekian (setelah bekerja 10/lebih tahun).  Mohon maaf, kami tidak bisa memberikan saran konkret karena tidak mengetahui bagian kerja Anda di perusahaan.</li>
<li>Istri berkarir dengan pekerjaan yang bersifat temporer/associate sehingga tidak terikat dengan kehadiran fisik di kantor (kami tidak mengetahui latar belakang istri Anda, untuk itu diskusikan lebih lanjut dan ekplorasi kemungkinannya dengan mengumpulkan informasi di bidang kerja istri Anda)</li>
</ul>
<p>Semoga dapat membantu, terima kasih.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Tim Konsultankarir.com</p>
<p>This post was submitted by Sandi Pratama.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2013/03/05/konsultasi/pekerjaan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Training Karir 2013</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2013/03/03/saya-dan-karir/training-karir-2013/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2013/03/03/saya-dan-karir/training-karir-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Mar 2013 17:57:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Career Guide]]></category>

		<category><![CDATA[Saya dan Karir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1421</guid>
		<description><![CDATA[
Segera pilih tema training 2013 yang paling tepat untuk Anda berikut ini:
SENIN

Membangun reputasi online

SELASA

How to discover your career type?
Bagaimana menyusun tujuan karir/career goal?

RABU

Impress your interviewer!
Karir sebagai seorang HR

KAMIS

Intercultural communication of virtual global team
Boosting your presentation in English!

Informasi Pelaksanaan

Pukul 09.00-16.00wib
Metode interaktif
Peserta: 3-5 orang/sesi
Investasi: Rp.1,000,000,-/orang
Nilai tambah: profile minat karir individual

Jadwal pelaksanaan bersifat fleksibel, untuk itu, segera hubungi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2013/03/1327635858_istock_000018631165small_rdu_training_people.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1422" title="1327635858_istock_000018631165small_rdu_training_people" src="http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2013/03/1327635858_istock_000018631165small_rdu_training_people-300x164.jpg" alt="" width="300" height="164" /></a></p>
<p>Segera pilih tema training 2013 yang paling tepat untuk Anda berikut ini:</p>
<p><strong>SENIN</strong></p>
<ul>
<li>Membangun reputasi online</li>
</ul>
<p><strong>SELASA</strong></p>
<ul>
<li>How to discover your career type?</li>
<li>Bagaimana menyusun tujuan karir/career goal?</li>
</ul>
<p><strong>RABU</strong></p>
<ul>
<li>Impress your interviewer!</li>
<li>Karir sebagai seorang HR</li>
</ul>
<p><strong>KAMIS</strong></p>
<ul>
<li>Intercultural communication of virtual global team</li>
<li>Boosting your presentation in English!</li>
</ul>
<p><strong><em>Informasi Pelaksanaan</em></strong></p>
<ul>
<li>Pukul 09.00-16.00wib</li>
<li>Metode interaktif</li>
<li>Peserta: 3-5 orang/sesi</li>
<li>Investasi: Rp.1,000,000,-/orang</li>
<li>Nilai tambah: profile minat karir individual</li>
</ul>
<p>Jadwal pelaksanaan bersifat fleksibel, untuk itu, segera hubungi kami untuk informasi lebih detil <img src='http://konsultankarir.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jika Anda memerlukan tema training selain di atas, segera hubungi kami untuk diskusi lebih lanjut.</p>
<p>Anda juga dapat melihat di tautan <a href="http://konsultankarir.com/layanan/training-package-career-solutions/">http://konsultankarir.com/layanan/training-package-career-solutions/</a></p>
<p>pic:unsw.edu.au</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2013/03/03/saya-dan-karir/training-karir-2013/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
