Resolusi 2010
Jan 15th, 2010 | By admin | Category: Curhat KakaResolusi 2010
Januari 2010. Hm.. angka yang bagus. Kaka sedang memikirkan resolusi yang ingin dicapainya tahun ini. Sejak beberapa tahun yang lalu, Kaka selalu senang menyusun resolusi, entah tercapai, entah tidak, yang penting punya dulu. Rasanya senang kalau sudah punya resolusi. Jadi tahu apa artinya hidup.. cui cui deh. Tapi tahun ini, Kaka antara kepengen bikin resolusi dan tidak.
Kalau tidak bikin, ntar seperti orang yang gak punya tujuan, kata Mimi, sahabat Kaka yang hidupnya super teratur. Tapi kalau punya, ntar seperti tahun-tahun yang lalu. Sekedar resolusi, mau tercapai, mau tidak, gak penting. Tahun lalu resolusi Kaka ada lima. Tiga tercapai, dua tidak. Yang tercapai: satu, baca 5 novel. Bukan cuma 5, tapi 12 novel bok (novel gitu lho..). Apalagi tiga diantaranya merupakan sekuel Vampire keren. Dua: Kerja keras. Tahun lalu, Kaka kerja keras, soalnya pindahan kantor. Tiga: bikin artikel. Paling tidak ada dua tulisan Kaka sudah dimuat di blognya sendiri, yang jarang banget di-update. Pengennya sih masuk ke koran atau majalah, tapi ditolak terus…
Tiga resolusi tercapai, bangga juga kan. Memang sih resolusi yang tiga ini gak seberat yang dua lagi; cari jodoh dan bikin bisnis sendiri. Ini masalah bekal hidup… hihihi. Jadi inget omongan sahabat Kaka yang lain, Didi. Bapak Didi menyuruhnya cari suami, untuk bekal hidup. Bekal hidup? Bekal hidup itu bukannya uang ya?… Apa konsep suami sudah berubah di mata orang tua zaman sekarang? Cari pasangan untuk bekal hidup, cari uang untuk bekalin si pasangan… hehehe. Dunia sudah semakin aneh.
Balik ke Kaka, dua resolusi yang belum tercapai tersebut telah dibuatnya sejak bertahun lalu. Pokoknya sudah lamaaaaaaaaa banget, dan belum terealisasi juga sampai saat ini. Kaka selalu beralasan, ia belum dibukakan pintu jodoh sama Yang di Sana. Mungkin arsip Kaka hilang di Atas sana, jadi ia gak pernah dipertemukan sama jodohnya, atau mungkin sebaliknya, arsip jodohnya Kaka yang hilang… hahaha. Bodo ah. Toh, sahabat-sahabat Kaka juga belum pada menikah, jadi Kaka masih tenang-tenang, kalau keluarga sudah mulai ribut, kan tinggal bilang, “yang lain juga belum”. Gak nyambung sih, tapi biarin aja.
Mengenai resolusi membangun bisnis sendiri, ini keinginan yang sudah menggebu dari dulu, tapi makin ke sini Kaka masih takut. Perlu persiapan yang matang, selalu itu yang ada dipikirannya… tapi kayaknya gak pernah matang, hangus iya.
Jadi perlu gak nih bikin resolusi? Secara hidup pasti berjalan terus dan waktu tak akan berhenti menunggu kita untuk mengambil keputusan.
“Untuk apa bikin resolusi, hidup itu hanya perlu dijalani. Masa depan adalah urusan Tuhan, jangan menentang mauNya. Kita hanya perlu bersabar menanti datangnya kebahagiaan,” terngiang kalimat yang diucapkan Sabar, rekan kerjanya di kantor. Dalam hati Kaka bertanya-tanya, apa hubungannya resolusi dengan sabar. Mungkin karena namanya Sabar.
“Lu harus punya resolusi. Resolusi akan mengarahkan dan menjadikan elu fokus mengisi hidup elu,” Kaka teringat nasihat dari Mimi. Sahabatnya ini memang hidupnya paling rapi dibandingkan Kaka dan dua sahabat mereka yang lain, Didi dan Riri. Segala hal di hidup Mimi jelas aturan mainnya, terencana, terstruktur, bermetode, dan fokus. Mimi gak pernah melenceng ke kiri dan ke kanan, tapi hidupnya juga cenderung plain, gak kelihatan warna-warninya… merah ya merah, kuning ya kuning, gak ada campuran warna.
Beda dengan Riri, yang lebih tua lima tahun dari Kaka. Hidup Riri terlalu banyak campuran warna; kadang-kadang empat warna dicampur jadi satu;merah, hijau, biru, jadinya belang-bentong. Besoknya, kuning, hitam, dan ungu. Pokoknya sesukanya deh. Hidup Riri penuh warna, sampai gak bisa dibedain mana warna asli dan mana warna imitasi, begitu juga apa yang dijalaninya gak pernah jelas, mana yang realistis dan surealis.
“Resolusi itu kita butuhkan, tapi kalau sampai membebani hidup kamu ya bukan resolusi, tapi repotusi namanya,”ini omongan orang yang pernah Kaka dengar dahulu kala, waktu Kaka masih muda. Sampai sekarang Kaka gak pernah ngerti makna repotusi… mungkin artinya hanya bikin repot dan jadi beban yang gak jelas atau bahkan sekedar resolusi tanpa makna.
Benar juga sih, resolusi yang membebani dan tidak mempertimbangkan kemampuan diri sama saja menyusahkan diri sendiri. Tapi Resolusi yang terlalu gampang dan dibikin asal saja, juga gak ada artinya untuk pencapaian diri. Gak punya resolusi? Kayaknya bukan tipe Kaka. Biar gimanapun Kaka tetap ingin melanjutkan tradisi puluhan tahun yang telah ia jalani di hidupnya, membuat resolusi.
Pada akhirnya Kaka memutuskan untuk membuat resolusi tahun ini dengan cara yang agak unik. Dengan membuat tema. Temanya adalah Menempuh Hidup Baru. Ceilah…
Resolusi 2010:
- Hidup lebih sehat (kurangi makan daging olahan, banyak makan sayur). Menjadi vegetarian? (kepengen sih, tapi kuat gak ya?..).
- Hidup lebih beriman, dengan meningkatkan ibadah (menjelang kiamat nih…).
- Hidup lebih berani, (mau jadi pebisnis atau tetap jadi pegawai kantor ya?..)
- Hidup lebih damai, (berdamai dengan datangnya jodoh…. hihihi).
Ini resolusi atau lagi belajar hidup ya?










