Mengambil Keputusan dalam Tekanan*
Aug 21st, 2009 | By Pipit | Category: Artikel“Nothing is more difficult, and therefore more precious, than to be able to decide.” (Napoleon Bonaparte)
Sounds familiar? Bagaimana Anda menghadapi situasi ini? Bagaimana Anda yakin bahwa keputusan dalam tekanan ini dapat dipertanggungjawabkan secara profesional dan moral?
Jangan menanti panggung itu mendatangi Anda untuk tampil prima. Jangan menunggu tekanan itu datang baru Anda mengambil keputusan, hmm … apakah pernah terngiang bahwa kita, khususnya insan Nusantara perlu ditekan untuk bergerak? Pada kenyataannya, Anda tidak akan pernah tahu kapan tekanan itu datang, karena kondisi lingkungan dan kondisi diri memiliki pengaruh signifikan. Artinya tidak ada pemaknaan tunggal, penyusunan proposal dalam dua hari di sela tugas lain, bisa jadi tekanan bertingkat untuk Anda yang biasa menyusun selama satu minggu, terlebih yang belum pernah. Jika Anda diminta untuk terus maju, atau menunda dengan resiko calon klien akan mundur, atau citra perusahaan menjadi menurun, juga kredibilitas Anda sendiri, apa yang harus dilakukan?
Menyatu dalam pekerjaan
Ketika kita memasuki satu dunia kerja, asumsi yang ada adalah dunia pilihan kita. Apakah kita suka, terpaksa, sedikit suka, sangat suka, dsb.., tidak lagi menjadi sumber penarik simpati, bahkan sebaliknya. Rentetannya adalah apakah agak menguasai, sedikit, sangat atau ahli.., itu pun akan mudah dikotakkan pada ’kemauan dan kesungguhan untuk mempelajari hal baru dan tanggung jawab profesi’. Maka, menyatulah dalam pekerjaan Anda. Kenali benar-benar hingga bisa menguasai tiap ketukan dan celahnya. Penguasaan medan kerja termasuk mengenali perusahaan secara komprehensif, tidak hanya divisi Anda, bahkan kompetitor perusahaan dan dunia profesi Anda secara luas. Pada saatnya, ketika hadir tuntutan mengambil keputusan dalam kondisi krisis/ tekanan, Anda telah memiliki bank data yang akan meluncur dengan otomatis.. Percayalah, Anda akan pun terkagum-kagum sendiri.
Memahami visi-misi
Tips ini mungkin terdengar klise, sehingga tidak sedikit yang agak meremehkan. Mengerti akan visi misi perusahaan tidak semata dengan membaca aturan dasar perusahaan. Anda perlu untuk mendapatkan feel nya, dengan meleburkan diri, membaur, membuka telinga, mata dan hati, maka informasi seluas samudra akan mengalir. Sehingga Anda pun tidak canggung untuk mengeluarkan keputusan Ya atau Tidak pada bulir perjanjian kerja dengan klien yang Benar secara hukum, namun Anda yakin, ini bukan warna perusahaan. Contoh lainnya, Anda yang bekerja di majalah kesehatan, akan gencar mengadakan kerjasama dengan produsen alat kesehatan, namun Anda ada visi misi perusahaan yang ditujukan pada pemberdayaan konsumen tingkat ekonomi bawah, poin inilah yang akan membedakan dengan majalah kesehatan lain.
Struktur manajemen
Ketahui secara akurat tugas Anda dari hulu ke hilir nya, meski hanya bertanggung jawab di hulu. Selain akan memperluas wawasan juga memberikan suntikan emosi positif, karena mengetahui hasil kerja Anda akan bermuara ke mana dan untuk apa. Pada sisi lain, kenali struktur manajemen yang ada. Hingga Anda tahu mana jalur panjang, berurut dan mana short cut. Apa manfaatnya? Ketika Anda harus mengambil keputusan cepat dan tepat di bawah tekanan, Anda bisa tahu siapa pihak (orang) pertama untuk berkonsultasi dan berkoordinasi.
Bagaimanapun, ini adalah keputusan perusahaan, maka koordinasi dan konsolidasi harus tetap terjaga. Dalam rangkaian struktur yang rumit, Anda harus tahu tingkatan Person in Charge yang harus mengetahui di awal tentang keputusan itu. Dalam kondisi di lapangan, memang adakalanya harus ’memangkas’ struktur. Memangkas, bukan menghilangkan. Anda adalah bagian dari rantai panjang sebuah organisasi, jadi berkoordinasilah.
Bagaimana jika bos salah mengambil keputusan?
Bos juga menginginkan evaluasi agar roda perusahaan bisa berputar terus. Karena itu, sebelum mengajukan protes, pastikan Anda memahami betul apa keputusan itu. Kumpulkan informasi akurat untuk mendukung koreksi (protes) itu. Selanjutnya, ajukan dengan nada klarifikasi, bukan menggugat. Klarifikasi akan lebih mengendurkan urat syaraf dan membuka kemungkinan untuk berdiskusi sehingga menciptakan nuansa damai untuk kemajuan bersama. Seringkali ketersinggungan muncul dari dua pihak karena merasa diserang secara pribadi.
Pahami pula keadaan ekonomi secara luas, setidaknya tidak asing dengan kondisi secara nasional. Dalam kondisi krisis, tentu langkah perusahaan tidak akan sama agar tetap survive. Bisa jadi karyawan akan mendapat bonus pekerjaan ganda. Dengan bekal tips di atas, rasa kaget campur kesal akan sedikit terobati. Tidak ada salahnya jika ingin mengetahui kondisi perusahaan lebih jelas, bertanyalah pada pihak yang tepat. Ini akan membantu Anda untuk lebih mengerti dan membuka dialog positif. Perusahaan pun akan mendapatkan masukan tentang kondisi objektif dan psikologis personilnya, sebagai pertimbangan efektivitas kerja.
Apa keputusan genting yang sedang Anda buat hari ini?
Semoga Bermanfaat.
Salam.
Ardiningtiyas P.
* Bincang pagi Konsultankarir.com dengan Hardrock Fm Bali, Senin, 6 Juli 2009, antara 7.30 – 8.00 wib.











